MAKASSAR — Kepala Cabang PELNI Makassar Ridwan Mandaliko menyatakan armada penumpang disiagakan untuk mengantisipasi peningkatan mobilitas masyarakat selama libur akhir tahun. Dua kapal perintis disiapkan melayani sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan.
Untuk memastikan kesiapan operasional, PELNI berkoordinasi dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) dalam pelaksanaan pemeriksaan kelaiklautan kapal atau ramp check. Pemeriksaan itu memastikan kelengkapan dan kelayakan kapal sebelum memasuki masa puncak angkutan.
Pemesanan Tiket Diperpanjang Jadi 60 Hari Sebelum Keberangkatan
Dari sisi layanan tiket, Ridwan menyebut pemesanan masih tersedia. PELNI memperpanjang periode pemesanan tiket dari sebelumnya 30 hari menjadi 60 hari sebelum keberangkatan.
"Sejumlah rute dari Makassar yang menjadi favorit masyarakat adalah menuju Surabaya, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan sejumlah wilayah Indonesia Timur lainnya," ujar Ridwan kepada media, Selasa (3/11/2026).
Belum Ada Penambahan Armada, Frekuensi Kunjungan Masih Bisa Ditambah
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, PELNI belum merencanakan penambahan armada. Meski begitu, frekuensi kunjungan kapal pada rute-rute padat masih berpeluang ditambah berdasarkan hasil evaluasi.
Peningkatan arus balik diperkirakan terjadi pada H+6 hingga H+10 Tahun Baru. Calon penumpang juga berpeluang mendapatkan stimulus diskon tiket sebesar 30 persen dari pemerintah untuk perjalanan laut selama periode Nataru 2026–2027.
Layanan UMSI Belum Pasti Beroperasi
PELNI Makassar masih melakukan persiapan layanan lainnya, termasuk UMSI. Namun, hingga saat ini belum ada kepastian mengenai waktu operasional layanan tersebut.
Warga yang hendak berlayar dari Makassar pada periode Nataru diminta memanfaatkan perpanjangan masa pemesanan tiket untuk mengunci jadwal keberangkatan lebih awal.