LUWU UTARA — Pelepasan kontingen berlangsung di Aula La Galigo Kantor Bupati Luwu Utara. Andi Abdullah Rahim menegaskan pengawalan kepala perangkat daerah menjadi bagian dari tanggung jawab pemerintah daerah terhadap perjuangan para atlet.
Porprov XVIII Sulsel tahun ini dipusatkan di dua kabupaten, Wajo dan Bone. Pembagian lokasi pertandingan membuat mobilitas kontingen lebih besar dibanding gelaran sebelumnya.
Instruksi untuk Kepala PD: Siaga Sampai 14 November
Dalam arahannya, Bupati meminta seluruh kepala PD yang ditugaskan sebagai pendamping tidak mengendurkan pengawalan. Mereka diminta senantiasa siaga mendampingi kontingen sepanjang perhelatan 7-14 November.
Pengawalan itu menyasar jaminan kenyamanan, fasilitas memadai, serta kemudahan mobilitas atlet. Bupati juga meminta pimpinan PD turun langsung memastikan persiapan teknis maupun non-teknis berjalan lancar.
"Saya minta juga kepada seluruh pimpinan perangkat daerah (PD) yang diberikan tanggung jawab agar tetap mengawal seluruh atlet untuk tampil di Porprov XVIII Sulsel di Wajo dan Bone," tegas Andi Rahim di hadapan para kepala PD yang hadir.
Bonus Rp 15 Juta untuk Peraih Medali Emas
Pemkab Luwu Utara menyiapkan bonus Rp 15 juta bagi setiap atlet yang meraih medali emas. Janji reward ini disambut antusias oleh para atlet yang hadir di acara pelepasan.
Bupati meminta kebutuhan kontingen dipenuhi secara maksimal selama bertanding. Ia menekankan agar para atlet kembali dengan selamat dan membawa prestasi bagi daerah.
"Persiapkan apa yang dibutuhkan untuk memudahkan perjalanan mereka, kemudian kembali dengan selamat, dan pulang membawa prestasi membanggakan bagi Luwu Utara," ujarnya.
Lebih 300 Orang, Medan Terbagi Dua Kabupaten
Kontingen Luwu Utara berjumlah lebih dari 300 orang, terdiri dari atlet, pelatih, official, dan pendamping. Para atlet menjadi ujung tombak perjuangan daerah di ajang dua tahunan tersebut.
Kehadiran kepala PD di lapangan diharapkan menjadi penyemangat psikologis sekaligus solusi cepat ketika atlet menghadapi kendala. Koordinasi antara atlet, official, dan pendamping dinilai menjadi kunci meminimalisir hambatan di lapangan.
Masyarakat Luwu Utara berharap kontingen bertanding sportif dan kembali ke Bumi La Maranginang dengan deretan medali serta kondisi selamat.