Pencarian

Gubernur Sulsel Sebut Sulawesi Selatan Berpotensi Jadi Pusat Ekosistem Haji dan Umrah Kawasan Indonesia Timur

Minggu, 18 Oktober 2026 • 07:01:31 WIB
Gubernur Sulsel Sebut Sulawesi Selatan Berpotensi Jadi Pusat Ekosistem Haji dan Umrah Kawasan Indonesia Timur
Gubernur Sulsel Andi Sudirman menyampaikan peluang Sulawesi Selatan menjadi pusat ekosistem haji dan umrah Kawasan Indonesia Timur di Makassar, Minggu.

MAKASSAR — Andi Sudirman menyampaikan hal itu di Makassar pada Minggu, dengan menekankan bahwa jumlah jamaah yang signifikan menjadi salah satu keunggulan Sulawesi Selatan dibanding daerah lain di KTI. Menurutnya, posisi itu belum dimanfaatkan penuh sebagai modal membangun rantai layanan haji dan umrah.

Peluang UMKM Sulsel Masuk Rantai Pasok di Tanah Suci

Salah satu sektor yang paling disorot adalah penyediaan makanan khas daerah bagi jamaah selama menjalankan ibadah. Andi Sudirman berharap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di Sulawesi Selatan bisa mengambil bagian dari ekosistem tersebut, bukan hanya menjadi penonton di pasar jasa haji dan umrah.

“Kita berharap ke depan ada peluang bagi pelaku UMKM Sulsel untuk mengambil bagian dalam ekosistem haji dan umrah di Tanah Suci,” ujar Andi Sudirman saat menghadiri Expo 2026 UMKM dan Ekosistem Haji dan Umrah.

Keterlibatan UMKM lokal dinilai bukan sekadar soal perluasan pasar produk daerah. Andi Sudirman menyebut langkah itu turut mendongkrak daya saing pelaku usaha Sulawesi Selatan di tingkat nasional maupun internasional, terutama jika produk daerah mampu memenuhi standar layanan jamaah.

Sinergi Pusat-Daerah Jadi Kunci Penguatan Layanan

Gubernur menegaskan pentingnya sinergi yang solid antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Kolaborasi itu dianggap krusial untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada jemaah haji dan umrah, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat lewat penguatan sektor UMKM.

Acara bertajuk "Sinergi Membangun Ekosistem UMKM Haji dan Umrah yang Berdaya Saing dan Berkelanjutan" itu berlangsung di Taman Hasanuddin, Kabupaten Gowa. Forum tersebut mempertemukan pelaku usaha daerah dengan pemangku kepentingan ekosistem haji dan umrah.

Bagi pelaku UMKM Sulawesi Selatan, peluang yang dibuka bukan hanya soal pasokan makanan. Rantai ekosistem haji dan umrah mencakup pula kebutuhan perlengkapan ibadah, cendera mata, hingga jasa pendukung yang bisa diisi usaha lokal jika kapasitas produksi dan sertifikasi terpenuhi.

Jumlah Jamaah Jadi Modal Awal

Besarnya jumlah jamaah asal Sulawesi Selatan menjadi alasan utama di balik optimisme tersebut. Basis jamaah yang besar memberi pasar awal bagi produk daerah, sekaligus menjadi modal untuk menawarkan layanan ke jamaah dari provinsi lain di Kawasan Indonesia Timur.

Pemerintah provinsi belum merinci skema pendampingan bagi UMKM yang ingin masuk ke rantai pasok ini. Namun arah kebijakannya sudah ditegaskan: mendorong produk lokal naik kelas agar mampu bersaing dalam layanan haji dan umrah yang menuntut standar kualitas ketat.

Follow sulsel24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: news.republika.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks