MAKASSAR — Getaran gempa yang berpusat di darat itu terekam BMKG pada dini hari, saat sebagian besar warga Luwu Timur masih beristirahat. Kedalaman 6 km tergolong dangkal, sehingga guncangan lebih mudah terasa di permukaan.
Selain di Luwu Timur, getaran dilaporkan sampai ke Morowali Utara. BMKG belum merinci berapa lama guncangan berlangsung di masing-masing wilayah.
Mengapa Gempa Dangkal di Darat Mudah Terasa
Gempa dengan kedalaman 6 km termasuk kategori dangkal. Energi yang dilepas sumber gempa dangkal lebih dekat ke permukaan, sehingga guncangan bisa terasa lebih kuat dibanding gempa dalam dengan magnitudo serupa.
Pusat gempa yang berada di darat juga membuat getaran menjalar langsung melalui batuan di bawah permukaan, bukan melalui laut. Kondisi ini yang membuat warga di sekitar episentrum merasakan guncangan lebih jelas.
Imbauan BMKG: Waspadai Gempa Susulan
BMKG meminta masyarakat tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. Hingga informasi ini disusun, belum ada laporan mengenai besaran magnitudo gempa utama maupun jumlah gempa susulan yang tercatat.
Warga diimbau memeriksa kondisi bangunan, terutama rumah dengan struktur sederhana, sebelum kembali beraktivitas di dalamnya. Retakan pada dinding atau fondasi perlu diperiksa lebih dulu.
Wilayah Morowali Utara Ikut Merasakan
Getaran gempa juga dirasakan di Morowali Utara, Sulawesi Tengah. Kedua wilayah berjarak cukup dekat dari titik pusat gempa di darat bagian utara Luwu Timur.
Belum ada laporan resmi mengenai kerusakan bangunan atau korban di kedua wilayah. Pemerintah daerah setempat belum merilis pernyataan terkait dampak gempa.
Langkah Warga Saat Gempa Susulan Terjadi
Jika gempa susulan terjadi, warga diminta segera keluar dari bangunan dan menjauh dari kaca, rak, serta benda yang mudah jatuh. Tetap tenang dan ikuti arahan petugas di lapangan.
Informasi resmi soal perkembangan gempa dapat dipantau melalui kanal BMKG. Warga diharapkan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi soal dampak gempa di Luwu Timur dan Morowali Utara.