Pencarian

UMI Makassar Tuan Rumah Abdidaya Ormawa 2026, 120 Tim dari 60 Kampus Adu Inovasi Desa

Jumat, 23 Oktober 2026 • 09:33:31 WIB
UMI Makassar Tuan Rumah Abdidaya Ormawa 2026, 120 Tim dari 60 Kampus Adu Inovasi Desa
Pembukaan Abdidaya Ormawa 2026 di Gedung Olahraga UMI Makassar dihadiri peserta dari 60 perguruan tinggi.

MAKASSAR — Universitas Muslim Indonesia resmi membuka Anugerah Abdidaya Ormawa 2026 di Gedung Olahraga kampus, Kamis (22/10/2026) malam. Ajang nasional ini mempertemukan 120 tim mahasiswa dari 60 perguruan tinggi yang membawa hasil program pemberdayaan masyarakat dari berbagai wilayah Indonesia.

Panitia mencatat sekitar 2.500 orang terlibat sepanjang rangkaian kegiatan, mencakup mahasiswa peserta, dosen pendamping, juri, dan panitia. Kompetisi menjadi bagian dari Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) yang digulirkan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Delapan Bidang Program yang Diadu

Peserta menghadirkan program yang memanfaatkan potensi lokal dan menjawab kebutuhan warga. Menurut Ketua Panitia Abdidaya Ormawa 2026, Prof. Kamal Hidjaz, karya yang dinilai tersebar dalam delapan bidang.

  • Desa atau kelurahan wirausaha
  • Smart farming
  • Kelurahan sehat
  • Desa pariwisata
  • Desa cerdas
  • Desa konservasi dan tangguh bencana
  • Desa maritim
  • Desa hutan

"UMI bukan hanya menjadi tempat berkumpulnya mahasiswa Indonesia, tetapi juga tempat bertemunya ide-ide terbaik, ide-ide kreatif untuk masyarakat," kata Kamal yang juga Wakil Rektor III UMI Bidang Pembinaan Kemahasiswaan, Prestasi dan Hubungan Alumni.

Rektor UMI: Piala Bukan Satu-satunya Tujuan

Rektor UMI, Prof. Hambali Thalib, menyambut peserta dengan pesan agar kompetisi tidak dimaknai sempit sebagai perburuan trofi. Menurutnya, jaringan antarmahasiswa lintas daerah sama pentingnya dengan hasil penilaian juri.

"Hari ini tercatat 120 tim dari 60 perguruan tinggi berkumpul di Makassar. Saya tahu semuanya datang membawa karya terbaik, dan tentu saja berharap membawa penghargaan. Silakan bersaing sehebat-hebatnya, tetapi jangan lupa menikmati Makassar dan menikmati kampus Universitas Muslim Indonesia," ujarnya.

Hambali menambahkan, pengalaman selama kegiatan bisa menjadi bekal ketika mahasiswa kembali mengembangkan program di daerah masing-masing. "Kalau belum membawa pulang piala, paling tidak membawa pulang persahabatan, dan mudah-mudahan kenangan baik tentang Universitas Muslim Indonesia," tuturnya.

Ukuran Keberhasilan: Masyarakat Mampu Melanjutkan Sendiri

Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemdiktisaintek RI, Dr. Beny Bandanadjaja, menilai keberhasilan pemberdayaan tidak cukup diukur dari banyaknya kegiatan mahasiswa. Dampak jangka panjang baru terlihat ketika warga bisa mengelola potensi lokal dan meneruskan program secara mandiri.

"Mahasiswa membawa ilmu dan gagasan, sementara masyarakat memiliki pengalaman, pengetahuan, serta kearifan lokal yang menentukan ketepatan solusi. Keberhasilan program terlihat ketika masyarakat semakin mampu mengelola potensi lokal dan melanjutkan inisiatif yang telah dibangun bersama," tegas Beny.

Ia juga mendorong praktik baik dari satu daerah dipelajari dan disesuaikan dengan karakteristik wilayah lain. "Gagasan yang berhasil di suatu wilayah dapat dipelajari, disesuaikan dengan kebutuhan setempat, dan dikembangkan di daerah lain," jelasnya.

Expo hingga City Tour Meriahkan Rangkaian

Selain kompetisi, panitia menyiapkan expo dan pameran produk inovasi serta UMKM, penilaian poster dan video program, presentasi finalis, seminar nasional, sarasehan, malam penganugerahan, hingga city tour untuk memperkenalkan budaya dan potensi Sulawesi Selatan.

Tantangan berikutnya memastikan program yang dipresentasikan tidak berhenti di panggung kompetisi. Program yang telah berjalan di desa dan kelurahan binaan diharapkan terus memberi manfaat setelah rangkaian Abdidaya Ormawa 2026 berakhir.

Follow sulsel24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: mediawarta.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks