MAKASSAR — Rapat paripurna peringatan Hari Jadi ke-357 Sulawesi Selatan mengusung tema "Ekonomi Tumbuh, Swasembada Pangan, Jaya Infrastruktur". Gubernur Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan komitmen itu di hadapan peserta rapat yang dipimpin Ketua DPRD Sulsel Andi Rachmatika Dewi. Hadir pula Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi, unsur Forkopimda, pimpinan OPD, serta pimpinan lembaga dan instansi vertikal.
Multi Years Project Rp 3,7 Triliun Dikebut untuk 2026–2027
Pemprov Sulsel melanjutkan program Multi Years Project (MYP) periode 2025–2027 dengan nilai Rp 3,7 triliun. Andi Sudirman berharap pelaksanaan proyek tersebut dapat dipercepat agar target pembangunan dua tahun mendatang terpenuhi.
"Kita berharap pelaksanaannya bisa dipercepat untuk tahun 2026 ini dan 2027," kata Andi Sudirman.
Percepatan itu menjadi kunci karena proyek MYP bersifat lintas tahun. Keterlambatan satu tahap berpotensi menggeser seluruh jadwal pembangunan yang sudah disusun.
Ekonomi Sulsel Tumbuh 5,59 Persen, di Atas Rata-Rata Nasional
Pertumbuhan ekonomi Sulsel pada triwulan II 2026 tercatat 5,59 persen secara tahunan. Angka itu melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,29 persen.
Capaian tersebut ditopang sektor pertanian, perdagangan, konstruksi, dan industri pengolahan. Meski begitu, Andi Sudirman menilai pemerintah tetap perlu memperkuat program yang manfaatnya dirasakan langsung warga berpenghasilan menengah ke bawah.
Data BPS mencatat jumlah penduduk miskin di Sulsel pada Maret 2026 sebanyak 669,63 ribu orang atau 7,24 persen. Jumlah itu berkurang 15,51 ribu orang dibandingkan September 2025. Tingkat Pengangguran Terbuka pada Mei 2026 tercatat 4,66 persen.
Pasar Murah dan Sulsel Expo Jadi Bahan Evaluasi Program Berikutnya
Pemprov Sulsel akan melanjutkan pemberdayaan UMKM dan program pasar murah untuk menjaga perputaran ekonomi masyarakat. Rangkaian Sulsel Expo and Culinary, pasar murah, serta job fair pada 16–18 Oktober lalu menjadi bahan evaluasi pemerintah.
"Kita ingin melihat bagaimana animo masyarakat terhadap pasar murah kemarin, termasuk pemberdayaan UMKM," ujarnya.
Respons warga dalam tiga kegiatan itu akan dipakai untuk menyusun program berikutnya. Pasar murah dinilai bukan sekadar operasi pasar, tetapi juga jalur distribusi bagi pelaku usaha kecil di daerah.
Rumah Layak Huni hingga RTH untuk Sentra Ekonomi Baru
Andi Sudirman menekankan pentingnya aksi konkret untuk pengentasan kemiskinan dan penyediaan rumah layak huni. Pembangunan, menurutnya, tidak boleh hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga menjawab kebutuhan dasar warga.
Salah satu upaya yang disiapkan ialah pengembangan ruang terbuka hijau dan ruang publik di sejumlah wilayah. Kawasan itu diharapkan menjadi tempat beraktivitas sekaligus sentra ekonomi baru bagi pelaku UMKM.
"Harapannya, ruang-ruang ini bisa mendukung kegiatan bermasyarakat sekaligus membuat ekonomi terus berputar," pungkasnya.
Dengan tiga agenda utama yang saling terkait, arah pembangunan Sulsel dua tahun ke depan akan dinilai dari seberapa cepat proyek infrastruktur berjalan dan seberapa besar manfaatnya sampai ke kelompok berpenghasilan rendah.