Pencarian

Kemenhaj dan Plt Bupati Gowa Dorong UMKM Sulsel Masuk Rantai Pasok Haji, 200 Stan Terisi Penuh

Sabtu, 17 Oktober 2026 • 09:32:31 WIB
Kemenhaj dan Plt Bupati Gowa Dorong UMKM Sulsel Masuk Rantai Pasok Haji, 200 Stan Terisi Penuh
Plt Bupati Gowa Darmawangsyah Muin membuka pameran UMKM Sulsel yang menyasar rantai pasok haji dan umrah.

GOWA — Kebutuhan logistik jemaah haji dan umrah Indonesia dibidik sebagai pasar baru bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di Sulawesi Selatan. Pemerintah pusat dan daerah menilai produk lokal belum banyak masuk ke rantai pasok tersebut, padahal perputaran belanja jemaah tercatat besar.

Darmawangsyah Muin menegaskan produk unggulan daerah tidak boleh hanya menjadi penonton di pasar yang lebih luas. Menurutnya, pelaku UMKM perlu meningkatkan standar kualitas, kemasan, hingga digitalisasi agar mampu bersaing.

“Kita ingin agar produk-produk unggulan daerah tidak hanya dikenal di lingkungan sendiri, tetapi juga mampu bersaing di pasar yang lebih luas, termasuk menjadi bagian dari rantai pasok kebutuhan ekosistem ekonomi haji dan umrah,” tegas Darmawangsyah saat membuka kegiatan tersebut.

200 Stan Terisi Penuh, 25.000 Pengunjung Diproyeksikan Hadir

Ketua Panitia sekaligus Kepala Kanwil Kemenhaj Sulsel, Ikbal Ismail, menyebutkan seluruh 200 stan pameran telah terisi. Pesertanya meliputi sektor busana muslim, kuliner, agen travel, hingga lembaga perbankan.

Event yang berlangsung hingga 18 Oktober 2026 itu diproyeksikan menyedot hingga 25.000 pengunjung dari kalangan jemaah haji dan masyarakat umum. Penunjukan Gowa sebagai tuan rumah diapresiasi Darmawangsyah karena dinilai strategis bagi pelaku usaha lokal.

Belanja Oleh-oleh Jemaah Jadi Sasaran Kemenhaj

Direktorat Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Kemenhaj menyoroti besarnya perputaran uang dan belanja oleh-oleh jemaah haji asal Indonesia. Pemerintah pusat ingin porsi belanja itu tidak didominasi produk luar negeri saat jemaah berada di Tanah Suci.

“Kita ingin agar belanja oleh-oleh jemaah haji Indonesia tidak seluruhnya dilakukan di Arab Saudi. Produk-produk UMKM dari Sulawesi Selatan dan berbagai daerah di Indonesia juga harus memiliki kesempatan untuk menjadi pilihan utama jemaah,” ujar Dirjen Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Kemenhaj, Prof Jaenal Effendi.

Kemenhaj kini mengidentifikasi produk UMKM potensial dari Sulawesi Selatan untuk diperkenalkan kepada mitra strategis. Kebutuhan yang dibidik mencakup bumbu masakan khas, makanan siap santap, beras, hingga barang konsumsi harian jemaah.

Bukan Sekadar Seremoni

Jaenal menekankan pelaku UMKM harus naik kelas, tidak cukup hanya menjajakan produk yang tersedia saat ini. Peningkatan kualitas, perluasan kapasitas produksi, dan penetrasi pasar internasional disebutnya menuntut kerja sama konkret.

“UMKM harus naik kelas. Tidak cukup hanya menjajakan produk yang tersedia saat ini, tetapi harus mampu meningkatkan kualitas, memperluas kapasitas produksi, dan menembus pasar internasional. Ini butuh kerja sama konkrit, bukan sekadar seremoni,” tambahnya.

Rangkaian acara turut diisi simulasi manasik haji, aksi donor darah, layanan pemeriksaan kesehatan gratis, Sa'i Walk and Run, pengajian akbar, serta penyaluran bantuan sosial bagi anak yatim dan kaum dhuafa.

Follow sulsel24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: infokini.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks