MAKASSAR — Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Sulawesi Selatan, Kasman, membenarkan insiden yang merenggut nyawa petugas pemadam kebakaran hutan dan lahan tersebut. Padayya berstatus pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) di UPTD KPH Saddang II, Kabupaten Toraja Utara.
Kebakaran di kawasan hutan lindung Lembang Nanna sudah berlangsung sejak Senin (19/10). Hingga insiden terjadi, api masih belum berhasil dipadamkan meski penanganan melibatkan sejumlah personel gabungan.
Api Belum Padam Meski Tim Gabungan Dikerahkan
Upaya pemadaman melibatkan tim gabungan dari KPH Saddang II, Balai Pengendalian Karhutla Kementerian Kehutanan, TNI, dan Polri. Padayya termasuk petugas yang diterjunkan dalam operasi tersebut.
"Sampai ini masih belum bisa dipadamkan, telah dilakukan usaha pemadaman oleh tim gabungan dari KPH Saddang 2, Balai Dalkarhut Kementerian Kehutanan, TNI dan Polri," ucap Kasman.
Pohon Tumbang Saat Petugas Beristirahat di Jalan Poros Karre
Saat kejadian, Padayya tengah beristirahat di Jalan Poros Karre yang berada tidak jauh dari titik kebakaran. Pohon tumbang tiba-tiba jatuh menimpa korban.
"Saat istirahat di tengah Jalan Poros Karre dalam proses pemadaman kebakaran hutan dan lahan, tiba-tiba sebuah pohon tumbang jatuh," jelas Kasman.
Setelah tertimpa pohon, Padayya segera dievakuasi ke Puskesmas Nanggala untuk penanganan medis. Korban kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Elim Rantepao, tetapi nyawanya tak tertolong.
Karhutla Toraja Utara Belum Tuntas, Petugas Masih di Lapangan
Kematian Padayya menambah daftar risiko yang dihadapi petugas pemadam karhutla di Sulawesi Selatan. Operasi pemadaman di kawasan hutan lindung Lembang Nanna masih berjalan hingga insiden terjadi.
DLHK Sulsel belum merinci langkah lanjutan penanganan kebakaran maupun proses evakuasi dan penghormatan terakhir bagi korban. Jenazah Padayya telah ditangani di Rumah Sakit Elim Rantepao.