Pencarian

Prabowo Instruksikan Warga Punya Rekening BRI dan BSI, Inklusi Keuangan Sudah 93,62%

Selasa, 08 September 2026 • 07:09:01 WIB
Prabowo Instruksikan Warga Punya Rekening BRI dan BSI, Inklusi Keuangan Sudah 93,62%
Pemerintah memadankan data kependudukan dengan sistem Bank Indonesia untuk mendukung pembukaan rekening massal.

SULAWESI SELATAN — Langkah ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo agar seluruh penduduk memiliki rekening koran. Nantinya, data kependudukan dari Dukcapil akan dipadankan dengan sistem pembayaran yang ada di Bank Indonesia.

Target Kepemilikan Rekening dan Pemadanan Data Dukcapil-BI

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan BRI dan BSI diminta menyiapkan skema pembukaan rekening massal. "Tadi Bapak Presiden meminta agar penduduk itu mempunyai rekening koran. Jadi tentu diminta untuk BRI dan juga Bank Syariah Indonesia itu mempersiapkan rekening untuk masyarakat," ujarnya di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

Data kependudukan akan disinkronkan dengan sistem Bank Indonesia, terutama untuk infrastruktur payment system. Pemerintah juga akan memperluas penggunaan QRIS sebagai gateway transaksi digital agar akses layanan keuangan makin mudah.

Capaian Inklusi Sudah Lampaui Standar OECD

Airlangga memaparkan hasil survei OJK bersama BPS yang menunjukkan tingkat inklusi keuangan mencapai 93,62 persen. Adapun indeks literasi keuangan berada di angka 63,57 persen, lebih tinggi dari rata-rata standar negara anggota OECD yang sekitar 63 persen.

"Sebetulnya angka ini adalah angka yang relatif baik. Kalau dibandingkan dengan OECD, standar literasi keuangan di 63 persen, sedangkan survei kita di 63,57 persen," kata Airlangga. Meski demikian, pemerintah menilai masih ada ruang peningkatan agar capaian tersebut lebih optimal.

Bantuan Sosial Bakal Disalurkan Lewat Rekening Baru

Ke depan, berbagai program bantuan pemerintah akan dikirimkan langsung ke rekening yang disiapkan bagi warga. "Tentu ke depannya berbagai program nanti akan dikirimkan kepada rekening-rekening yang disiapkan untuk warga negara tersebut," tutur Airlangga.

Kebijakan ini dirancang untuk mengejar dua sasaran sekaligus: memperluas akses perbankan bagi masyarakat yang belum terlayani dan menaikkan indeks literasi keuangan nasional. Pemerintah belum merinci tenggat waktu peluncuran skema pembukaan rekening massal tersebut.

Follow sulsel24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: voi.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks