PINRANG — Bupati Pinrang H.A. Irwan Hamid secara simbolis menyerahkan puluhan armada operasional kepada pengurus Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Langkah ini menjadi bagian dari penguatan ekonomi masyarakat dari tingkat tapak, bukan sekadar seremonial belaka.
Penyerahan berlangsung di halaman Kantor Bupati Pinrang pada Senin pagi. Bupati Irwan meminta agar seluruh kendaraan yang telah diserahkan digunakan secara maksimal untuk menunjang kegiatan usaha yang berhubungan langsung dengan kebutuhan warga.
Komposisi Armada dan Target Pemanfaatan
Dari total 38 unit yang disalurkan, komposisi armada didominasi kendaraan angkut berat. Rinciannya sebagai berikut:
- 16 unit dump truck untuk pengangkutan hasil bumi dan material.
- 12 unit pickup untuk distribusi barang kebutuhan pokok antarwilayah.
- 10 unit kendaraan roda tiga untuk mobilitas di jalan sempit permukiman.
Keberadaan armada ini diharapkan mampu memangkas biaya logistik yang selama ini membebani pengurus koperasi di tingkat desa. Dengan sarana memadai, aktivitas pendistribusian barang dan pengangkutan hasil usaha bisa berjalan lebih efektif.
Harapan Bupati: Armada Jadi Aset Produktif Jangka Panjang
Irwan Hamid menegaskan bahwa fasilitas ini bukan sekadar bantuan fisik, melainkan investasi untuk kemandirian ekonomi desa. Ia meminta para pengurus merawat kendaraan operasional tersebut dengan penuh tanggung jawab.
“Harapan kita, kendaraan operasional ini dapat digunakan dengan baik untuk mendukung kegiatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sehingga mampu menggerakkan perekonomian masyarakat di desa dan kelurahan,” tegas Irwan di hadapan para penerima bantuan.
Perawatan berkala menjadi kunci agar armada tidak cepat rusak. Jika dirawat dengan baik, kata dia, kendaraan ini akan menjadi aset produktif yang memberikan manfaat nyata dalam jangka panjang.
Penguatan Ekonomi dari Tingkat Tapak
Kebijakan ini menyasar persoalan klasik di daerah: lambatnya distribusi hasil tani dan mahalnya ongkos angkut di wilayah pelosok. Dengan adanya dump truck dan pickup milik koperasi, warga tidak lagi bergantung sepenuhnya pada tengkulak atau jasa angkut eksternal.
Ketika aktivitas ekonomi warga terus berkembang, dampaknya otomatis mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat secara luas. Pemkab Pinrang tampaknya serius menjadikan koperasi desa sebagai motor penggerak ekonomi baru di bawah pemerintahan Irwan Hamid.
Langkah selanjutnya yang dinantikan adalah realisasi pemanfaatan armada di lapangan, termasuk skema sewa atau bagi hasil yang akan diterapkan pengurus koperasi kepada warga setempat.