SULAWESI SELATAN — Program tahun ini mengusung tema "Grab For Indonesia: Building an AI-Powered Resilient Ecosystem". Tema tersebut menegaskan posisi AI sebagai teknologi kunci untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing bisnis di pasar lokal.
Lima Startup Pilihan GVV Batch 9
Masing-masing startup membawa penerapan AI di sektor yang berbeda, mulai dari rekrutmen hingga operasional tenaga kerja. Berikut daftar lengkapnya:
Algobash mengembangkan teknologi rekrutmen dan penilaian talenta. Platform mereka menggunakan AI untuk video interview, asesmen psikometri, dan pengujian kemampuan teknis kandidat.
Dash menyasar persoalan operasional tenaga kerja frontline di banyak lokasi. Teknologinya mencakup penjadwalan pekerja, distribusi tugas, penggajian, hingga akses armada kendaraan listrik.
Tiga startup lainnya mencakup bidang keuangan, perdagangan, dan rantai pasok. Sayangnya, GVV belum merinci detail teknologi dan nama ketiga perusahaan tersebut secara publik.
Peluang Besar di Tengah Kecilnya Porsi Pendanaan AI
Pemilihan startup AI ini berbarengan dengan kondisi ekosistem yang masih timpang. Data menunjukkan lebih dari 45 startup AI telah hadir di Indonesia.
Namun, kontribusi pendanaan untuk startup AI Indonesia baru sekitar 4 persen dari total pendanaan AI di kawasan ASEAN-10. Artinya, masih ada ruang besar bagi perusahaan rintisan lokal untuk berkembang.
GVV melihat celah ini sebagai peluang. Program akselerator yang memasuki tahun kesembilan ini ingin menjembatani startup AI dengan kebutuhan bisnis yang konkret di lapangan.
Dampak untuk Ekosistem Startup Lokal
Kehadiran GVV Batch 9 menjadi sinyal bagi investor bahwa startup AI Indonesia punya nilai jual. Fokus pada solusi nyata—bukan sekadar teknologi—menjadi pembeda utama para peserta tahun ini.
Bagi pelaku bisnis, kelima startup ini bisa menjadi calon mitra teknologi dalam waktu dekat. Terutama untuk kebutuhan otomatisasi proses rekrutmen dan manajemen pekerja lapangan yang selama ini dikerjakan manual.
Perkembangan ini juga relevan bagi investor yang selama ini ragu menanamkan modal di sektor AI lokal. Dengan adanya program akselerator dari korporasi seperti Grab, tingkat kesiapan pasar (market readiness) startup AI Indonesia diharapkan meningkat.