Pencarian

Tim Kesehatan Pemprov Sulsel Layani 315 Pasien Pascagemma di Manggarai, Termasuk 3 Operasi Sesar

Sabtu, 05 September 2026 • 12:18:01 WIB
Tim Kesehatan Pemprov Sulsel Layani 315 Pasien Pascagemma di Manggarai, Termasuk 3 Operasi Sesar
Tim Kesehatan Pemprov Sulsel menangani 315 pasien pascagempa di Manggarai, termasuk tiga operasi sesar di Rumah Sakit Lapangan.

LABUAN BAJO — Tim Kesehatan Pemprov Sulsel yang dipimpin Kepala Dinas Kesehatan dr. Evi Mustikawati Arifin menjalankan tugas kemanusiaan di Kabupaten Manggarai pascagempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026 lalu. Misi ini merupakan respons atas masih berlangsungnya gempa susulan hingga Jumat (4/9/2026) dan diperpanjangnya status tanggap darurat oleh Pemprov NTT bersama BNPB hingga 12 September 2026.

Pembagian Tim: Fokus di Rumah Sakit Lapangan dan Desa Nati

Berdasarkan koordinasi dengan Health Emergency Operation Center (HEOC) Dinas Kesehatan Manggarai, tim kesehatan Sulsel dibagi ke dalam dua kelompok. Kelompok pertama memperkuat pelayanan spesialistik dan tindakan operatif di Rumah Sakit Lapangan, sementara kelompok kedua diterjunkan langsung ke Desa Nati, wilayah kerja Puskesmas Ketang.

"Pembagian tim dilakukan untuk menyesuaikan dukungan tenaga kesehatan dengan kebutuhan pelayanan di lapangan. Dengan pola tersebut, dukungan kesehatan tidak hanya terpusat di fasilitas pelayanan, tetapi juga menjangkau masyarakat di tingkat desa," kata dr. Evi Mustikawati Arifin, Jumat (4/9/2026).

209 Pasien Ditangani di Rumah Sakit Lapangan, Ada Tindakan Bedah

Di Rumah Sakit Lapangan, tim yang diperkuat empat dokter spesialis (penyakit dalam, paru, anak, dan bedah) beserta tenaga perawat, farmasi, dan anestesi menangani 209 pasien. Layanan yang diberikan mencakup pemeriksaan spesialistik hingga sejumlah tindakan operatif dan prosedur medis.

Dari total tersebut, tim menangani tiga operasi sesar, satu kuretase, kasus patah tulang lengan atas, trauma dada, serta penanganan luka akut. Kehadiran tenaga spesialis ini menjadi krusial mengingat keterbatasan fasilitas kesehatan di lokasi bencana.

Keluhan Dominan Warga di Desa Nati: Nyeri Pinggang dan ISPA

Sementara itu, tim yang bertugas di Desa Nati terdiri atas satu dokter dan dua perawat dengan dukungan tenaga kesehatan Puskesmas Ketang. Pelayanan yang berlangsung dari pukul 11.00 hingga 17.56 WITA ini menjangkau 106 pasien, dengan pemeriksaan dokter, konsultasi, hingga pemberian obat gratis.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, keluhan yang paling banyak ditemukan adalah nyeri pinggang sebanyak 29 kasus, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) 20 kasus, myalgia 18 kasus, hipertensi 11 kasus, dan dispepsia 10 kasus.

Tim juga menemukan sejumlah kasus yang memerlukan penanganan lebih lanjut, antara lain suspek BPH, stroke, suspek bronkopneumonia, dan suspek batu saluran kemih. "Kasus-kasus tersebut ditindaklanjuti atau dirujuk sesuai kebutuhan medis," jelas Evi.

Warga Lanjut Usia Antre Sejak Pagi untuk Diperiksa

Pelayanan di tingkat desa ini mendapat sambutan antusias warga. Sejumlah warga lanjut usia bahkan telah mengantre sejak pagi untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan dari tim Pemprov Sulsel. Kehadiran tim di desa menjadi bagian penting dari respons kesehatan pascagempa, memastikan warga yang tidak bisa menjangkau fasilitas kesehatan tetap terlayani.

Misi kemanusiaan ini merupakan arahan Gubernur Andi Sudirman Sulaiman dan Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi sebagai bentuk dukungan antarprovinsi dalam penanganan kesehatan masyarakat terdampak bencana, berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan fasilitas pelayanan kesehatan setempat.

Follow sulsel24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: abatanews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks