Pencarian

Baru 206 Koperasi Merah Putih di Sulsel Rampung dari Target 3.059 Unit, Gubernur Sebut Progres Bangunan Capai 75 Persen

Sabtu, 16 Mei 2026 • 21:50:53 WIB
Baru 206 Koperasi Merah Putih di Sulsel Rampung dari Target 3.059 Unit, Gubernur Sebut Progres Bangunan Capai 75 Persen
Gubernur Sulsel menyatakan progres fisik pembangunan koperasi Merah Putih telah mencapai 75 persen.

MAKASSAR — Angka 206 unit yang sudah rampung itu masih sekitar 6,7 persen dari total target. Sebanyak 3.059 koperasi direncanakan berdiri di desa dan kelurahan se-Sulsel sebagai bagian dari program nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan data itu usai mengikuti peresmian operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih secara virtual di KDKMP Mangasa, Makassar, Sabtu (16/5/2026). Acara itu dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dari Jakarta.

Progres Fisik Koperasi di Sulsel Capai 75 Persen

"Tadi baru saja Bapak Presiden Prabowo melaksanakan launching 1061 unit yang beroperasi se-Indonesia. Di Sulsel sendiri sudah selesai sekitar 25 persen dari target 3.059. Pembangunan sudah 75 persen," kata Andi Sudirman.

Ia menjelaskan, capaian 25 persen yang dimaksud adalah jumlah koperasi yang telah beroperasi penuh, bukan sekadar bangunan fisik selesai. Sementara 75 persen sisanya masih dalam tahap penyelesaian konstruksi maupun persiapan operasional.

Program Merah Putih: Target 3.059 Koperasi Tersebar di Desa dan Kelurahan

Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih merupakan inisiatif pemerintah pusat yang bertujuan memperkuat ekonomi desa melalui lembaga keuangan mikro dan usaha bersama. Di Sulsel, targetnya mencapai 3.059 unit, menjadikannya salah satu provinsi dengan alokasi terbesar di Indonesia.

Dari total target tersebut, sebanyak 1.061 koperasi di seluruh Indonesia diresmikan operasionalnya secara serentak pada hari yang sama. Sulsel menjadi salah satu daerah yang turut serta dalam peresmian perdana tersebut.

Mengapa Baru 206 Unit yang Rampung?

Sejumlah faktor mempengaruhi lambatnya realisasi, mulai dari proses pengadaan lahan, koordinasi antar-pemerintah desa, hingga keterbatasan bahan bangunan di beberapa wilayah terpencil. Pemerintah provinsi mengklaim terus mendorong percepatan penyelesaian agar seluruh koperasi bisa beroperasi sesuai jadwal yang ditetapkan.

Gubernur belum menyebutkan target waktu pasti kapan seluruh 3.059 unit ditargetkan rampung. Namun, ia memastikan pembangunan terus berjalan dan akan dikejar di sisa tahun anggaran 2026.

Bagikan
Sumber: sulsel.idntimes.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks