MAKASSAR — Pemerintah Kabupaten Wajo memanfaatkan momentum HUT ke-46 Dekranas untuk memperkuat posisi sutera sebagai produk kerajinan andalan daerah. Bupati Wajo Andi Rosman menyebut partisipasi dalam pameran yang digelar di Trans Studio Mall Makassar itu menjadi langkah strategis memperluas jangkauan pasar.
“Acara ini dilaksanakan kemarin yang melibatkan 203 stan dari Dekranasda tingkat provinsi hingga kabupaten/kota,” kata Andi Rosman, Senin (13/7/2026).
Sutera Wajo: Warisan yang Harus Naik Kelas
Dalam kesempatan itu, Andi Rosman menegaskan bahwa Wajo yang dikenal sebagai Kota Sutera memiliki tanggung jawab besar menjaga kelestarian kerajinan lokal. Daerah berpenduduk lebih dari 410 ribu jiwa itu menjadikan sutera sebagai produk unggulan yang terus didorong dari sisi kualitas.
“Alhamdulillah adanya rangkaian HUT Dekranas ke-46 ini menjadi komitmen setiap pemerintah daerah dalam memajukan potensi kerajinan lokal. Di Wajo, produk unggulan kami adalah Sutra dan ini bakal kami tingkatkan utamanya dari segi kualitas produk,” paparnya.
“Melalui promosi ini, kami ingin memastikan sutera Wajo tetap lestari sekaligus menjadi penggerak ekonomi masyarakat,” sambungnya.
Apresiasi untuk Pusat dan Provinsi
Orang nomor satu di lingkup Pemkab Wajo itu menyampaikan terima kasih atas arahan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan dukungan Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman. Menurutnya, arahan tersebut menjadi motivasi bagi daerah untuk terus mengembangkan potensi UMKM dan kerajinan lokal.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian atas arahan, dukungan, dan komitmen pemerintah pusat dalam mendorong kemajuan daerah, termasuk Bapak Gubernur Sulsel,” tuturnya.
“Arahan tersebut menjadi motivasi bagi Pemerintah Kabupaten Wajo untuk terus mengembangkan potensi daerah, termasuk sektor UMKM dan kerajinan lokal,” tandasnya.
Pameran Jadi Etalase Kerajinan Lokal
Dengan total 203 stan yang berpartisipasi, pameran Dekranas di Makassar menjadi etalase bagi produk kerajinan dari berbagai daerah. Bagi Wajo, ini bukan sekadar ajang seremonial, melainkan ruang nyata untuk memperkenalkan sutera ke pasar yang lebih luas.
Andi Rosman berharap, ke depan, produk sutera Wajo tidak hanya dikenal di tingkat nasional tetapi juga mampu menembus pasar global sejalan dengan tema besar acara, “Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia.”