BANTAENG — Kemah Buku Kebangsaan (KBK) One Decade 2026 berlangsung selama tiga hari di Teras Muntea, Desa Bonto Lojong, Kecamatan Uluere. Pesertanya datang dari berbagai kabupaten/kota di Sulawesi Selatan hingga sejumlah provinsi lain.
Dalam sambutannya, Bupati Bantaeng M. Fathul Fauzy Nurdin menyampaikan apresiasi kepada tim KBK yang menjaga keberlanjutan kegiatan itu selama satu dekade. Ia menyebut KBK pertama kali dibuka oleh ayahnya, Prof Nurdin, dan kini ia sendiri yang membuka edisi kesepuluh.
Dukungan Pemkab Bantaeng untuk Edukasi Lingkungan
Fathul Fauzy menilai KBK layak terus didukung karena menjadi salah satu media edukasi tentang pentingnya menjaga lingkungan dan alam. Menurutnya, cuaca ekstrem yang terjadi saat ini turut diperparah perilaku sejumlah oknum.
Ia menyoroti minimnya edukasi soal menjaga alam yang membuat penebangan pohon dan pembakaran lahan masih bisa terjadi. Karena itu, Pemkab Bantaeng menyatakan komitmennya mendukung setiap kegiatan KBK.
Peserta Datang dari Sejumlah Provinsi
Kegiatan KBK One Decade 2026 berlangsung tiga hari di Teras Muntea. Selain peserta dari kabupaten/kota di Sulsel, kegiatan ini juga diikuti peserta dari provinsi lain.
"Terimakasih untuk teman-teman KBK yang terus mengedukasi masyarakat dan generasi penerus dalam pentingnya menjaga lingkungan dan alam. Kami berkomitmen, pemerintah terus memberikan dukungan," kata Bupati Bantaeng.