SULAWESI SELATAN — Xiaomi Redmi Band 4 resmi meluncur di China pada 20 Oktober 2026 dengan klaim baterai hingga 21 hari, layar 1,47 inci, dan 50 mode olahraga. Smartband penerus Redmi Band 3 ini dibanderol sekitar Rp450 ribuan, tapi ada satu fitur yang justru hilang dibanding generasi sebelumnya.
Peluncuran Redmi Band 4 menandai pembaruan lini wearable Xiaomi di segmen entry-level, meneruskan Redmi Band 3 yang diperkenalkan pada 2024. Perangkat ini masih setia pada konsep smartband ringkas dengan fokus kebugaran, kesehatan, dan notifikasi ponsel.
Klaim daya tahan baterai jadi nilai jual paling menonjol. Xiaomi menyebut Redmi Band 4 mampu beroperasi hingga 21 hari dalam sekali pengisian penuh, naik dari sekitar 18 hari pada Redmi Band 3.
Baterai 21 Hari, Tapi Ada Catatan
Angka 21 hari itu berlaku pada kondisi penggunaan tertentu. Ketika fitur pemantauan kesehatan dipakai rutin, Xiaomi sendiri menyebut daya tahan baterai turun ke kisaran delapan hari.
Selisih jauh antara dua angka itu masuk akal. Pemantauan detak jantung dan indikator kesehatan lain menguras daya lebih cepat dibanding pemakaian hemat dengan fitur minimal.
Pembeli perlu menyesuaikan ekspektasi dengan pola pemakaian masing-masing. Untuk pengguna yang mengandalkan pemantauan kesehatan harian, siklus pengisian bisa jauh lebih sering dari klaim puncak 21 hari.
Desain Lebih Modern dengan Bingkai Mirip Logam
Dari sisi tampilan, Redmi Band 4 masih mengusung bentuk memanjang khas gelang pintar Redmi. Bedanya, bingkai perangkat kini dibuat menyerupai logam dengan konstruksi unibody.
Layar 1,47 inci dengan refresh rate 60 Hz dilindungi kaca melengkung 2.5D yang membuat tampilan lebih menyatu dengan bodi. Ukuran ini cukup untuk menampilkan waktu, notifikasi, dan data aktivitas.
Bagian tali juga berubah. Redmi Band 4 menghadirkan tekstur garis vertikal yang menggantikan tampilan polos generasi sebelumnya, plus mekanisme pin agar gelang lebih aman saat dipakai berolahraga.
50 Mode Olahraga dan Sensor Kesehatan Lengkap
Smartband ini mendukung pemantauan detak jantung, SpO2, tingkat stres sepanjang hari, kualitas tidur, hingga fitur pemantauan kesehatan perempuan. Data tersebut berfungsi sebagai informasi pendukung kebugaran, bukan pengganti