Pencarian

Konser Avenged Sevenfold di JIS 2026 Dikeluhkan Penonton soal Sound hingga Layout

Senin, 12 Oktober 2026 • 19:37:01 WIB
Konser Avenged Sevenfold di JIS 2026 Dikeluhkan Penonton soal Sound hingga Layout
Penonton memadati Konser Avenged Sevenfold di Jakarta International Stadium, Sabtu (10/10).

SULAWESI SELATAN — Konser Avenged Sevenfold bertajuk The Spectacular Stadium Show Where The Bats Ascend di Jakarta International Stadium, Sabtu (10/10), menuai gelombang keluhan penonton di media sosial. Keluhan menyasar kualitas audio yang dinilai sember, perubahan layout panggung mendadak, hingga minimnya fasilitas air minum di area tribun. Sebagian penonton bahkan mengaku batal hadir setelah posisi duduk mereka bergeser dari denah awal.

Kritik mengalir ke akun media sosial promotor Ravel Entertainment setelah konser berlangsung. Penonton menyoroti sejumlah persoalan teknis yang mereka nilai jauh dari standar konser band kelas dunia. Hingga berita ini diturunkan, Ravel Entertainment belum memberi tanggapan resmi atas keluhan tersebut.

Sound Sember Jadi Keluhan Paling Ramai

Kualitas audio menjadi sorotan utama. Sejumlah penonton menilai sound konser tahun ini lebih buruk dibanding penampilan Avenged Sevenfold di Jakarta pada 2024.

"Kualitas sound-nya jika dibandingkan dengan yang 2024, sumpah, yang 2026 jelek banget, menurut gue pribadi. Sound-nya itu terlalu bergema dan sember, kayak sound-sound kondangan gitu yang echo-nya berlebihan," tulis seorang pengguna Threads pada Minggu (11/10).

Keluhan serupa datang dari penonton lain yang menyebut suara vokalis Matt Shadows dan penampilan musisi pendukung, termasuk St. Loco dan Isyana Sarasvati, sulit terdengar jelas. "Suara sampai atas pecah dan enggak jelas banget sound-nya," tulisnya.

Layout Panggung Berubah, Penonton Ada yang Batal Hadir

Perubahan tata letak panggung dan posisi duduk juga memicu kekecewaan. Seorang penonton mengaku membatalkan rencana menonton karena layout bergeser dari denah yang ditampilkan saat penjualan tiket.

"Gw nonton avenged sevenfold beli 'center' karena pengen point of view yang pas. Even itu agak kepinggir sedikit gapapa, tapi kalo sampe layout berubah dan ngaruh sama Seating Position, gw better enggak sama sekali nonton," tulisnya pada Jumat (9/10).

Dalam laman penjualan tiket, Ravel Entertainment mencantumkan bahwa tata letak tempat duduk dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan. Denah lokasi disebut hanya acuan visual, dan pandangan penonton berpotensi terhalang struktur teknis seperti FOH.

Pemegang Tiket Festival B Paling Terdampak

Kategori Festival B, yang dijual Rp1,85 juta dan menjadi kelas termahal kedua, paling banyak dikeluhkan. Penonton mengaku pandangan mereka terhalang tenda, tiang, hingga area kru.

"Fest B sungguh terlalu itu tenda bikin emosi. Dihalangi tenda + penjaga berdiri depan muka," tulis seorang penonton. Pengguna lain menyindir, "Sumpah T**** banget sih yg masang 'Tenda Hajatan' di depan Fest B. SHAME ON YOU @ravelentertainment."

Air Minum dan Koordinasi Panitia Disorot

Fasilitas penonton di tribun juga jadi sorotan. Seorang penonton mengeluhkan tidak adanya air minum gratis atau fasilitas isi ulang selama konser berlangsung lebih dari empat jam.

"Enggak jelas koordinasi mereka gimana. Konser empat jam lebih lho dan mereka juga enggak sediain air gratis atau minimal isi ulang sama sekali," katanya. Ia juga menyoroti aturan membawa air yang membuat penonton kategori CAT 3 harus turun-naik untuk membeli minuman.

Penampilan Band Tetap Diapresiasi

Di tengah deretan kritik, sejumlah penonton tetap mengapresiasi penampilan Avenged Sevenfold. Mereka mengaku terhibur dan menilai aksi panggung M. Shadows dan kawan-kawan sebagai salah satu yang terbaik dalam rangkaian tur kali ini.

Konser ini menandai kembalinya Avenged Sevenfold ke Indonesia setelah penampilan mereka pada 2024. Bagi industri konser Tanah Air, keluhan soal sound dan layout menjadi catatan penting bagi promotor yang menggarap panggung stadion berskala besar.

Follow sulsel24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks