MAROS — Imbauan itu disampaikan Chaidir sebagai langkah pencegahan untuk menekan risiko gangguan kesehatan akibat paparan polusi udara. Ia meminta warga tetap waspada dan menjaga kesehatan sampai kondisi udara kembali membaik.
"Kita sudah mengimbau masyarakat yang berada di luar rumah untuk menggunakan masker karena kualitas udara sedang memburuk," ujar Chaidir.
Surat Edaran Pemkab Maros Segera Terbit
Pemkab Maros menyiapkan surat edaran yang mengatur penggunaan masker saat berada di luar ruangan. Surat edaran itu menjadi dasar resmi bagi warga dan instansi di lingkup pemerintah kabupaten selama periode udara buruk.
Chaidir tidak menyebut tenggat penerbitan surat edaran tersebut. Ia hanya menegaskan imbauan berlaku sampai kualitas udara di Maros kembali normal.
Kelompok Rentan Diminta Kurangi Aktivitas Luar Rumah
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Maros dr Yunus meminta kelompok rentan membatasi aktivitas di luar rumah. Jika terpaksa keluar, warga diminta tetap memakai masker untuk mengurangi paparan polusi.
Yunus menyebut sejumlah gangguan kesehatan yang perlu diwaspadai selama kabut asap berlangsung. "Dampak yang perlu diwaspadai di antaranya infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), asma, hingga pneumonia," ujarnya saat dihubungi Sindo Makassar, Minggu (11/10/2026).
Mantan Kepala Puskesmas Bantimurung itu menambahkan, pencegahan tetap menjadi langkah utama. Warga juga dianjurkan memperbanyak minum air putih dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.
Puskesmas Diminta Siaga Layani Warga Terpapar Kabut Asap
Dinas Kesehatan Maros memastikan fasilitas kesehatan tingkat pertama siap melayani warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan polusi udara. Puskesmas di seluruh wilayah kabupaten menjadi pintu pertama penanganan kasus pernapasan.
"Faskes akan selalu siap untuk membantu jika ada warga yang terpapar akibat kabut asap ini. Tapi biar begitu, tentu saja pencegahan tetap menjadi langkah utama untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan. Makanya kami minta warga kembali lagi ketat penggunaan maskernya, dan mengurangi aktivitas di luar rumah," ujar Yunus.
Kabut asap yang menyelimuti Maros berasal dari karhutla di beberapa wilayah Indonesia. Kondisi itu membuat kualitas udara di kabupaten tersebut terindikasi buruk dalam beberapa waktu terakhir.