SULAWESI SELATAN — Pencapaian BMW tetap layak diapresiasi. Unit ke-2 juta adalah i5 M60 xDrive warna Tansanit Blue, dirakit di pabrik Dingolfing, Bavaria. Mobil dikirim ke pembeli di Spanyol pada 5 Mei 2026.
Model ini bukan varian biasa. Dua motor listriknya menghasilkan tenaga 601 hp dan torsi 795 Nm. Di Malaysia, harganya RM499.100 on the road—sekitar Rp2,18 miliar—sebagai flagship sedan listrik Seri 5.
13 Tahun: Angka yang Sama untuk BMW, Tesla, dan VW
Rentang 13 tahun itu bukan anomali. Ia justru menjadi rata-rata industri otomotif Barat.
Tesla meluncurkan Roadster pertamanya pada 2008. Dua juta unit baru tercapai akhir 2021—sekitar 13 tahun. Padahal Tesla adalah merek yang sepenuhnya listrik, tanpa portofolio mesin bensin.
Volkswagen pun berjalan serupa. e-up! hadir pada 2013, dan mobil listrik ke-2 juta mereka diserahkan pada 27 Februari 2026. Lagi-lagi, 13 tahun.
Pola ini menegaskan satu hal: transformasi lini produksi dari mesin pembakaran ke baterai berjalan lambat di Eropa dan Amerika Utara.
BYD: 13 Tahun untuk Satu Juta, 82 Hari untuk Juta Berikutnya
China mematahkan pola tersebut. BYD memulai dengan F3DM pada 2008, dan butuh waktu hingga Mei 2021 untuk mencapai satu juta unit kendaraan energi baru (NEV) pertamanya—juga 13 tahun.
Setelah titik itu, kurvanya melonjak eksponensial. Juta unit kedua tercatat hanya dalam hitungan bulan. Pada 2026, BYD memproduksi 2 juta mobil listrik hanya dalam 82 hari.
Perbedaan kecepatan ini bukan sekadar kapasitas pabrik. Ia mencerminkan perbedaan ekosistem: rantai pasok baterai yang terintegrasi, kebijakan pemerintah yang agresif, dan pasar domestik raksasa yang menyerap volume produksi.
Yang Perlu Dicermati: Makna di Balik Angka untuk Konsumen Indonesia
Bagi pasar Indonesia, angka ini berimplikasi langsung pada harga. BYD memproduksi dalam skala masif, sehingga biaya produksi per unit bisa ditekan lebih rendah dibanding BMW yang volumenya jauh lebih kecil. Efeknya mulai terasa di segmen entry-level mobil listrik Tanah Air.
Namun, volume bukan satu-satunya ukuran. BMW dan Tesla tetap unggul dalam margin per unit, posisi premium, dan teknologi penggerak berperforma tinggi seperti i5 M60 yang baru dirayakan itu. BYD menang di kecepatan dan skala; BMW menang di nilai per unit.
Kesimpulannya sederhana: 13 tahun bukan lagi standar industri. China telah menulis ulang aturan main, dan produsen Eropa kini harus mengejar ketertinggalan dalam hitungan tahun, bukan dekade.