SULAWESI SELATAN — Tiga tahun pertama kehidupan adalah jendela emas pembentukan mikrobiota usus. Ibu perlu tahu apa yang memengaruhi keseimbangannya dan bagaimana menjaga kesehatan saluran cerna si Kecil.
Mengapa Saluran Cerna Disebut Fondasi Imunitas Anak
Saluran cerna bukan sekadar organ pencernaan. Di dalamnya hidup sekitar 40 triliun mikrobiota yang membentuk ekosistem kompleks.
Sekitar 70% sel imun tubuh berada di saluran cerna. Interaksi antara mikrobiota usus dan sistem imun inilah yang membantu pematangan daya tahan tubuh anak.
Nutrisi yang diserap optimal dari saluran cerna yang sehat mendukung tumbuh kembang anak secara keseluruhan. Jika keseimbangan mikrobiota terganggu, penyerapan nutrisi dan imunitas bisa ikut terdampak.
Pengaruh Metode Persalinan pada Mikrobiota Usus Bayi
dr. Febriansyah Darus, Sp.OG, Subsp.KFm, Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Konsultan Fetomaternal, menjelaskan bahwa persalinan caesar yang dilakukan sesuai indikasi medis berperan menurunkan risiko morbiditas dan mortalitas ibu dan anak.
"Perlu dipahami bahwa proses persalinan normal dan persalinan caesar dapat memberikan paparan lingkungan awal yang berbeda, termasuk dalam proses kolonisasi mikrobiota usus anak pada awal kehidupan," ujarnya.
Pada persalinan normal, bayi terpapar mikroorganisme dari ibu yang berkontribusi membentuk mikrobiota usus. Proses ini umumnya dikaitkan dengan kolonisasi bakteri Bifidobacterium yang berperan dalam maturasi saluran cerna dan perkembangan sistem imun.
Bayi yang lahir melalui caesar tidak melalui proses paparan yang sama. Akibatnya, pola kolonisasi mikrobiotanya berbeda dan dikaitkan dengan meningkatnya risiko disbiosis usus.
Peran Sinbiotik untuk Kesehatan Saluran Cerna Anak
Dr. dr. Andy Darma, Sp.A, Subsp.GH(K), Dokter Spesialis Anak Konsultan Gastrohepatologi, menegaskan tiga tahun pertama kehidupan adalah periode krusial karena mikrobiota usus terus berkembang bersamaan dengan pematangan saluran cerna dan sistem imun.
"Intervensi nutrisi berbasis sains, termasuk sinbiotik, dapat menjadi salah satu pendekatan untuk mendukung kesehatan saluran cerna. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa sinbiotik dapat membantu memulihkan disbiosis usus pada anak yang lahir secara caesar," tambahnya.
Sinbiotik menggabungkan prebiotik dan probiotik untuk menjaga keseimbangan mikrobiota usus. Prebiotik menjadi makanan bagi bakteri baik, sementara probiotik menambah populasi bakteri menguntungkan di saluran cerna.
Pemenuhan nutrisi setelah melahirkan, pemberian ASI, dan dukungan nutrisi yang tepat menjadi rangkaian faktor yang saling berkaitan. Semuanya berperan mendukung kesehatan ibu dan anak sejak masa kehamilan.
Kaitan Saluran Cerna dan Perkembangan Otak
Saluran cerna sering dikaitkan dengan konsep gut-brain axis (GBA), yaitu sistem komunikasi dua arah antara saluran cerna dan otak. Keseimbangan mikrobiota usus turut memengaruhi fungsi kognitif dan suasana hati anak.
Inilah mengapa kesehatan pencernaan bukan hanya soal BAB lancar atau tidak. Ada hubungan langsung antara kondisi usus dan perkembangan otak yang perlu ibu perhatikan sejak dini.
Kapan Perlu Konsultasi ke Dokter
Beberapa tanda yang perlu diwaspadai pada saluran cerna anak: diare berkepanjangan, sembelit yang tidak membaik dengan perubahan pola makan, muntah berulang, atau berat badan yang sulit naik.
Jika si Kecil menunjukkan tanda-tanda tersebut, segera konsultasikan ke dokter spesialis anak. Penanganan dini membantu mencegah gangguan yang lebih serius pada saluran cerna dan sistem imunnya.
Menjaga kesehatan saluran cerna anak sejak awal kehidupan adalah investasi jangka panjang. Dari pemilihan nutrisi hingga pemantauan tumbuh kembang, setiap langkah kecil berdampak besar bagi imunitas dan kecerdasannya di masa depan.