MAKASSAR — Ribuan pelari dari dalam dan luar negeri memadati kawasan Anjungan Pantai Losari pada Sabtu. Mereka mengikuti Makassar Half Marathon (MHM) 2026 yang secara resmi dilepas oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin.
"Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Makassar Half Marathon 2026 resmi saya lepas," ujar Munafri sesaat sebelum peserta mulai berlari.
MHM 2026 diikuti sekitar 12.000 peserta. Mereka tersebar di tiga kategori lomba: 5K, 10K, dan 21K. Para pelari datang dari berbagai kabupaten di Sulawesi Selatan hingga sejumlah provinsi lain di Indonesia.
Bukan Sekadar Lari, Ada Dampak Ekonomi yang Terasa
Makassar Half Marathon tak hanya menjadi ajang olahraga. Acara ini juga menjadi simbol kebangkitan sport tourism Kota Makassar. Perpaduan antara kompetisi, promosi wisata, dan geliat ekonomi terasa sejak pagi hari.
Hotel, kawasan kuliner, hingga ruang publik di sekitar lokasi lomba dipenuhi peserta dan pendukung yang datang dari berbagai daerah. Pemerintah Kota Makassar menyebut ajang ini sebagai giat olahraga terbesar sekaligus sport tourism akbar di Indonesia Timur.
Pejabat Daerah Ikut Berlari, Keamanan Dikerahkan
Sejumlah pejabat daerah ambil bagian dalam lomba tersebut. Mereka adalah Ketua TP PKK Makassar Melinda Aksa, Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham, Sekretaris Daerah Kota Makassar, serta jajaran satuan kerja perangkat daerah (SKPD) lingkup Pemkot Makassar.
Sepanjang pelaksanaan, kegiatan berlangsung tertib, aman, dan lancar. Para peserta mengikuti seluruh rangkaian lomba dengan disiplin sesuai jalur dan protokol yang telah ditetapkan panitia. Dukungan aparat keamanan, petugas kesehatan, dan relawan di sepanjang lintasan turut memastikan hajatan tahunan ini berjalan mulus.
"Semoga kegiatan ini berjalan tertib, aman, lancar, dan seluruh peserta dapat mengikuti rambu-rambu serta aturan yang telah disiapkan panitia," kata Munafri.
Mengapa MHM 2026 Penting bagi Pariwisata Makassar?
Makassar Half Marathon 2026 menjadi ajang promosi wisata yang strategis. Dengan ribuan peserta dari luar daerah, perputaran uang di sektor perhotelan, kuliner, dan transportasi lokal ikut terdorong. Acara ini juga memperkuat posisi Makassar sebagai destinasi sport tourism di kawasan timur Indonesia.
Ke depan, Pemkot Makassar diharapkan terus menggelar acara serupa untuk menjaga momentum kebangkitan pariwisata dan ekonomi pasca-pandemi. Dukungan dari aparat keamanan dan relawan menjadi kunci kelancaran acara tahunan ini.