Gelandang Brighton & Hove Albion, Fran Kirby, membuktikan bahwa kreativitasnya belum pudar meski sempat dihantam cedera panjang dan masalah kesehatan serius. Pemain berusia 32 tahun itu kini menjadi motor serangan utama skuat asuhan Dario Vidosic. Menjelang laga kontra Liverpool di Piala FA Wanita, Kirby siap kembali memamerkan visi bermainnya yang berani dan mematikan.
bermainnya yang berani dan mematikan. ISI:Fran Kirby tak lagi sekadar berlari mengejar bola. Mantan bintang Chelsea ini telah bertransformasi menjadi dirigen permainan yang tenang bagi Brighton & Hove Albion. Di usia 32 tahun, Kirby membuktikan bahwa visi bermain dan akurasi umpan jauh lebih mematikan daripada sekadar adu fisik di lini tengah.
Umpan Magis Penakluk Manchester City
Kualitas Kirby meledak saat Brighton menumbangkan Manchester City dengan skor tipis 3-2. Alih-alih melepaskan umpan pendek yang aman ke kaki Kiko Seike, Kirby memilih keputusan berisiko dengan menyisipkan bola di sela-sela dua bek lawan.
Bola tersebut membelah pertahanan City dan mendarat manis di ruang kosong sebelum dikonversi menjadi gol oleh Seike. Momen ini menegaskan bahwa pemilik 77 caps Timnas Inggris tersebut masih memiliki sentuhan kelas dunia yang jarang ditemukan di Women's Super League (WSL).
Filosofi Risiko dan Kedewasaan
Kirby menyadari fisiknya tak lagi sama seperti saat ia masih berusia 25 tahun. Namun, keterbatasan itu justru memaksanya bermain lebih cerdas dengan mengandalkan pembacaan situasi pertandingan yang matang sebelum melepas operan.
"Saya tahu saya bukan pemain yang sama seperti saat berusia 25 tahun, saya tidak naif. Itu bukan diri saya lagi, tapi saya tahu apa yang bisa saya berikan, yaitu kreativitas dan umpan-umpan yang tidak akan dicoba orang lain," ujar Fran Kirby.
"Saya akan selalu mencoba sebuah umpan, meskipun itu tidak berhasil. Begitulah cara saya bermain. Saya bermain dengan risiko. Terkadang tidak berhasil, terkadang berhasil," tegasnya mengenai gaya main yang ia usung di Brighton.
Menaklukkan Perikarditis Menuju Puncak
Perjalanan Kirby untuk kembali ke level tertinggi sangatlah terjal. Kariernya di Chelsea sempat terhambat serangkaian cedera dan perikarditis, yakni peradangan pada lapisan jantung yang sempat mengancam kelanjutan karier sepak bolanya.
Kehadirannya di pantai selatan Inggris bersama Brighton menjadi babak baru yang menyegarkan. Kini, dengan kondisi fisik bugar, Kirby menatap target besar untuk membawa Brighton melangkah lebih jauh di kompetisi Piala FA Wanita.
Ia mengincar kemenangan atas Liverpool untuk mempertegas posisi klubnya sebagai penantang serius di papan atas sepak bola wanita Inggris musim ini. Kirby membuktikan bahwa bagi pemain kelas dunia, usia hanyalah angka selama kreativitas tetap menyala.