Stadion Mini Turatea di Kabupaten Jeneponto akan menjadi pusat pelaksanaan salat Iduladha pada 27 Mei 2026 mendatang. Pemerintah setempat telah menggelar rapat koordinasi lintas sektor untuk merancang pengaturan parkir kendaraan dan skema pengamanan demi kelancaran ibadah.
Dalam arahannya, Paris Yasir menekankan bahwa kesuksesan penyelenggaraan Iduladha bergantung pada sinergi antar-pihak. Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari salat hingga penyembelihan kurban, berjalan aman, tertib, dan khidmat.
“Momentum Idul Adha bukan hanya kegiatan seremonial keagamaan, tetapi juga menjadi wujud kebersamaan dan kepedulian sosial kepada masyarakat,” tegas Paris Yasir.
Manajemen Arus dan Kebersihan Jadi Fokus
Pj Sekda Jeneponto, Aspa Muji, memaparkan bahwa puncak salat Iduladha direncanakan dipusatkan di Stadion Mini Turatea. Ia menyebut sejumlah persiapan teknis menjadi pembahasan utama, termasuk penataan area utama salat Id.
Manajemen arus lalu lintas juga menjadi perhatian serius. Pemerintah menyiapkan skema pengaturan parkir kendaraan dan pengamanan untuk memastikan jamaah bisa beribadah dengan nyaman.
“Sektor kebersihan juga menjadi perhatian serius dengan koordinasi lintas OPD untuk memastikan lokasi tetap bersih pasca-kegiatan,” jelas Aspa Muji.
Pengawasan Ketat Hewan Kurban
Selain urusan salat, Pemkab Jeneponto juga memberikan perhatian pada proses ibadah kurban. Pemerintah akan memastikan hewan kurban yang disembelih dalam kondisi sehat dan sesuai syariat Islam.
“Rapat juga membahas pendataan hewan kurban, kesiapan lokasi penyembelihan, hingga mekanisme distribusi daging kepada masyarakat. Pengawasan kesehatan hewan dilakukan secara ketat guna memastikan semua sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Aspa Muji.
Pertemuan ini ditutup dengan sesi diskusi untuk menyempurnakan seluruh rangkaian persiapan. Langkah ini juga diambil sebagai upaya pemerintah menjaga stabilitas ekonomi daerah serta memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik di Bumi Turatea.