Pencarian

Pemkot Makassar Raih Peringkat 9 Indeks Kota Toleran Nasional 2026

Jumat, 08 Mei 2026 • 17:59:02 WIB
Pemkot Makassar Raih Peringkat 9 Indeks Kota Toleran Nasional 2026
Pemkot Makassar berhasil naik ke peringkat 9 Indeks Kota Toleran Nasional 2026.

MAKASSAR — Kota Makassar mencatatkan lompatan signifikan dalam indeks keharmonisan sosial tingkat nasional pada tahun 2026. Berdasarkan laporan terbaru SETARA Institute, ibu kota Sulawesi Selatan ini kini menduduki peringkat ke-9 dalam jajaran 10 besar kota paling toleran di Indonesia.

Posisi ini merupakan capaian fenomenal bagi Makassar yang sebelumnya berada di zona merah intoleransi. Pada tahun 2024, Makassar masih tertahan di peringkat ke-52 nasional, namun dalam dua tahun terakhir berhasil naik 43 peringkat sekaligus.

Bagaimana Makassar Melompat 43 Peringkat di IKT 2026?

Laporan Indeks Kota Toleran (IKT) yang diumumkan di Jakarta pada April 2026 menunjukkan peningkatan skor Makassar pada seluruh indikator penilaian. SETARA Institute mengukur performa daerah berdasarkan regulasi yang menjamin kebebasan beragama, kebijakan pemerintah kota, hingga praktik sosial nyata di tengah masyarakat.

Kenaikan drastis ini dipicu oleh kemampuan Pemerintah Kota Makassar dalam meredam potensi konflik sosial melalui pendekatan persuasif. Selain memperkuat aturan hukum yang setara bagi semua golongan, pemerintah setempat aktif memfasilitasi ruang dialog antarumat beragama secara rutin.

Keberhasilan ini juga menunjukkan bahwa kebijakan pembangunan di Makassar mulai bergeser ke arah yang lebih inklusif. Ruang hidup yang aman bagi seluruh warga tanpa memandang latar belakang menjadi faktor kunci yang mendongkrak skor keharmonisan sosial di kota berjuluk Anging Mammiri tersebut.

Visi Inklusif Wali Kota Munafri Arifuddin dalam Membangun Harmoni

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyebut prestasi ini sebagai hasil kerja kolektif yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Ia menegaskan bahwa toleransi di Makassar bukan sekadar slogan politik, melainkan praktik harian yang terus diperkuat.

“Kami mengapresiasi seluruh pihak yang telah menunjukkan bahwa Makassar adalah kota yang terbuka bagi siapa saja. Ini adalah buah manis dari kerja keras pemerintah, tokoh agama, hingga seluruh lapisan warga,” ujar pria yang akrab disapa Appi ini, Rabu (6/5/2026).

Appi menambahkan bahwa pemerintah kota berkomitmen agar nilai-nilai saling menghargai hadir secara nyata dalam interaksi warga. Menurutnya, masuknya Makassar ke jajaran elit kota toleran harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang adil dan inklusif.

“Kita harus mempertahankan kondisi ini bersama-sama. Masuknya Makassar ke 10 besar menjadi bukti bahwa kolaborasi adalah kunci mencapai kehidupan yang harmonis,” tambahnya.

Target Makassar Menjadi Role Model Toleransi Nasional

Setelah menembus 10 besar, Pemerintah Kota Makassar kini membidik target yang lebih tinggi untuk menjadi percontohan bagi kota-kota lain di Indonesia. Program-program berbasis keberagaman akan terus diperkuat guna memastikan stabilitas sosial tetap terjaga di masa mendatang.

Langkah selanjutnya mencakup penguatan literasi keberagaman di tingkat akar rumput dan optimalisasi peran lembaga lintas agama. Pemkot Makassar optimistis bahwa iklim toleransi yang sehat akan berdampak positif pada iklim investasi dan kenyamanan tinggal bagi semua kalangan.

Bagikan
Sumber: berita-sulsel.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks