MAKASSAR — Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Makassar Mario Said menyampaikan angka tersebut berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) periode Januari–September 2026. Realisasi investasi Makassar memberi kontribusi signifikan terhadap capaian Provinsi Sulawesi Selatan yang tercatat Rp15,25 triliun.
"Realisasi investasi Kota Makassar berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) periode Januari-September 2026 mencapai Rp5 triliun. Angka ini meningkat 22,07 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya," ujar Mario di Makassar.
PMDN Jadi Motor Utama dengan Kontribusi 86,43 Persen
Dari sisi struktur penanaman modal, PMDN tercatat Rp4,32 triliun atau 86,43 persen dari total investasi. Sementara PMA mencapai Rp678,80 miliar atau sekitar 13,57 persen.
Pertumbuhan PMDN bahkan lebih tinggi dari capaian keseluruhan, yakni 34,32 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Aktivitas investasi tersebar dalam 12.343 proyek kegiatan usaha yang dilaporkan melalui LKPM.
Sektor Kesehatan Pimpin Perolehan, Industri Makanan Melonjak 271 Persen
Sektor jasa lainnya, terutama sarana kesehatan, menempati posisi teratas dengan nilai Rp1,41 triliun. Disusul sektor transportasi, pergudangan dan telekomunikasi Rp793 miliar, serta perumahan dan perkantoran Rp751 miliar.
"Sementara itu, industri makanan mencatatkan pertumbuhan paling pesat, yakni mencapai 271 persen dengan nilai investasi sebesar Rp507 miliar," kata Mario.
Adapun investor dengan nilai penanaman modal terbesar berasal dari PT Siloam International Hospitals dengan total Rp966 miliar.
Makassar Penyumbang 32,80 Persen Investasi Sulsel
Dari total realisasi investasi Sulsel Rp15,25 triliun, Kota Makassar menyumbang sekitar 32,80 persen. Mario menyatakan kinerja itu mempertegas posisi Makassar sebagai salah satu daerah tujuan investasi utama di provinsi tersebut.
Sebaran proyek yang mencapai belasan ribu kegiatan usaha menunjukkan investasi tidak terkonsentrasi di segelintir usaha besar. Sektor kesehatan dan industri makanan yang tumbuh agresif menandakan pergeseran minat penanam modal ke layanan konsumsi warga kota.