MAKASSAR — Pembukaan Festival Bulan Budaya 2026 ditandai prosesi penyiraman pohon oleh Munafri sebagai simbol harapan dan pertumbuhan. Kegiatan di kawasan Pantai Losari itu digelar terbuka dan dipadati warga yang ingin menikmati Sabtu malam sambil menyaksikan berbagai penampilan kebudayaan Kota Makassar.
Munafri hadir bersama Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham dan Ketua TP PKK Kota Makassar Melinda Aksa. Turut hadir jajaran pemerintah kota, budayawan, seniman, dan pelaku seni.
Mengapa Kebudayaan Jadi Fondasi Pembangunan Kota
Dalam sambutannya, Munafri menempatkan kebudayaan sebagai salah satu fondasi penting pembangunan kota. Langkah itu disebut menunjukkan komitmen Pemkot Makassar menjaga identitas dan kekayaan tradisi lokal di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.
"Kegiatan malam hari ini dalam rangka kita melaksanakan beberapa rangkaian kegiatan kedepannya untuk menyambut HUT Kota Makassar yang ke-419 tahun," kata Munafri.
Ia menjelaskan tema Sulapa Appa' memiliki makna filosofis tentang kesempurnaan dan keseimbangan. Filosofi itu merepresentasikan empat karakter kepemimpinan dalam nilai budaya Bugis-Makassar, yakni Macca (kecendekiawanan), Lempu' (kejujuran), Warani (keberanian), dan Getteng (keteguhan).
"Di tengah himpitan teknologi yang semakin maju hari ini, akses ke dunia luar terbuka sangat luas. Tetapi yang paling penting, kita tidak bisa melupakan akar dari budaya yang kita miliki," ujarnya.
Siswa SD dan SMP Dilibatkan Mengenal Tradisi Lokal
Pelibatan generasi muda menjadi perhatian dalam festival ini. Munafri menguraikan siswa sekolah dasar dan sekolah menengah pertama dilibatkan untuk mengenal kekayaan budaya daerah, mulai dari tarian tradisional hingga budaya adat perkawinan masyarakat Makassar.
"Untuk menjadikan generasi pelanjut yang ada di Kota Makassar ini menjadi generasi yang mengerti tentang adat istiadat, budaya, dan melaksanakan kehidupan sehari-hari dengan berlandaskan adat-adat budaya yang kita miliki," ujarnya.
Menurut Munafri, hal itu penting karena Makassar memiliki keragaman budaya yang terbentuk dari perannya sebagai pintu gerbang Indonesia Timur dan ruang pertemuan berbagai latar belakang masyarakat.
Sekitar 50 Agenda, Termasuk Program Sosial
Peringatan HUT ke-419 Kota Makassar akan diisi sekitar 50 agenda kegiatan yang melibatkan partisipasi masyarakat. Berbagai kegiatan tersebut tidak hanya bersifat perayaan, tetapi juga mencakup agenda sosial sebagai upaya menghadirkan pelayanan pemerintah yang manfaatnya dirasakan langsung oleh warga.
"Kota ini harus dibangun secara inklusif. Kota ini harus tumbuh tanpa membeda-bedakan siapa kamu, dari mana kamu, apa agamamu, apa warna kulitmu. Kota ini harus menjadi ruang interaksi untuk bisa tumbuh secara bersama-sama dari seluruh golongan yang ada," tegas Munafri.
Munafri memberikan apresiasi kepada Dinas Kebudayaan Kota Makassar dan seluruh pihak yang menginisiasi kegiatan. Ia berharap festival menjadi langkah nyata membangun kesadaran generasi muda untuk mengenal, mencintai, dan melestarikan kebudayaan daerah.
Seluruh rangkaian peringatan HUT ke-419 diharapkan menjadi momentum memperkuat kebersamaan dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Munafri mengajak warga memanfaatkan berbagai layanan maupun mengikuti kegiatan yang disiapkan pemerintah kota hingga 9 November mendatang.