Sulawesi Selatan tengah menghadapi serangkaian persoalan yang berlangsung hampir bersamaan, mulai dari kelangkaan BBM bersubsidi, pemadaman listrik bergilir, hingga krisis air akibat kemarau panjang. Kondisi ini memicu antrean panjang kendaraan di SPBU dan memunculkan dugaan adanya permainan oknum dalam distribusi energi.
MAKASSAR — Warga Sulawesi Selatan, khususnya di Kota Makassar, belakangan ini harus menghadapi berbagai ujian secara beruntun. Pasokan BBM dan elpiji bersubsidi yang berkurang, pemadaman listrik bergilir, serta krisis air akibat kemarau panjang menjadi persoalan yang saling tumpang tindih dan memperberat aktivitas harian masyarakat.
Pemadaman Listrik Akibat Pasokan Air Pembangkit Menyusut
Salah satu persoalan yang paling baru dirasakan adalah pemadaman listrik bergilir. PLN disebut tengah berupaya memulihkan pasokan yang berkurang karena sumber air di pembangkit di Jeneponto menyusut, sehingga memengaruhi keterandalan sistem kelistrikan.
Padamnya listrik di tengah kemarau panjang menambah daftar panjang ketidaknyamanan warga. Aktivitas rumah tangga hingga usaha kecil ikut terganggu ketika malam hari tiba tanpa aliran listrik.
Antrean Truk dan Bus di SPBU Mencapai Seharian
Kelangkaan BBM memaksa pengemudi kendaraan besar, seperti truk dan bus, rela mengantre hingga seharian penuh di SPBU. Mereka baru bisa melanjutkan perjalanan setelah berhasil mengisi solar untuk kendaraannya.
Kondisi ini tidak hanya merugikan waktu, tetapi juga memicu kemacetan panjang. Antrean kendaraan yang mengular hingga ke badan jalan membuat petugas kewalahan mengatur lalu lintas, sementara pengguna jalan lain harus bersabar di bawah terik matahari.
Dugaan Oknum Bermain dalam Distribusi BBM Subsidi
Di balik kelangkaan ini, muncul kecurigaan adanya pihak-pihak yang sengaja bermain. Oknum sopir truk nakal disebut-sebut kerap mengantre untuk membeli solar bersubsidi, kemudian menjualnya kembali ke pihak swasta yang seharusnya membeli BBM dengan harga industri.
Praktik ini dinilai merugikan masyarakat luas dan membutuhkan tindakan tegas. Polisi, pihak distributor BBM, dan pemerintah diminta untuk tidak tinggal diam, alih-alih menunggu gejolak di lapangan terjadi lebih dulu.
Petani Kesulitan Air di Tengah Kemarau Panjang
Kemarau panjang juga membawa dampak signifikan bagi sektor pertanian. Para petani mulai merasakan kesulitan mendapatkan air untuk mengairi tanaman mereka.
Pemerintah sebenarnya telah turun tangan dengan menyediakan pompa air bagi petani. Namun, upaya ini berjalan di tengah kondisi yang kompleks, di mana ketersediaan BBM untuk mengoperasikan pompa pun ikut menipis. Sebagian masyarakat bahkan melakukan ikhtiar dengan menggelar salat minta hujan.
Kebakaran dan Tawuran Remaja yang Menghantui Makassar
Di tengah persoalan energi dan air, ancaman kebakaran juga masih menghantui Kota Makassar dan sekitarnya. Hampir setiap pekan, amukan api dilaporkan terjadi dan tak jarang merenggut korban jiwa.
Persoalan sosial lain yang tak kalah memprihatinkan adalah maraknya tawuran dan aksi genk motor yang terjadi di atas pukul 02.00 dini hari. Aksi yang kerap terjadi pada akhir pekan ini membutuhkan perhatian serius dari keluarga, tokoh masyarakat, hingga kepolisian.
Siklus Harian yang Tak Nyaman bagi Warga
Masyarakat pun berseloroh menggambarkan siklus harian yang tidak mengenakkan: pagi hari mengantre BBM, siang hari terjebak macet di tengah terik matahari, menjelang malam menghadapi pemadaman listrik bergilir, dan dini hari dihadapkan pada potensi tawuran remaja.
Serangkaian persoalan ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah daerah dan aparat keamanan untuk segera mencari solusi, sebelum dampaknya semakin meluas ke berbagai sendi kehidupan masyarakat.