ENREKANG — Ratusan warga dan jajaran aparatur sipil negara (ASN) memadati halaman Kantor Bupati Enrekang, Selasa (1/9/2026), untuk menunaikan Shalat Istisqa. Dipimpin oleh Dr. KH. Amir Mustafa, Lc., M.Pd.I., kegiatan ini berlangsung khidmat di tengah terik matahari yang menyengat, menjadi pemandangan kontras dengan harapan akan turunnya hujan.
Bukan Sekadar Ritual: Momentum Introspeksi di Tengah Kekeringan
Bupati Enrekang dalam sambutannya menegaskan bahwa kemarau panjang ini bukan hanya persoalan berkurangnya air, tetapi juga telah mengganggu sendi-sendi kehidupan masyarakat, terutama para petani.
"Apatah lagi bagi petani-petani kita yang sangat merasakan. Semoga kehadiran kita semua dapat mengetuk pintu langit. Semoga doa-doa kita semua diijabah oleh Allah SWT," ujarnya.
Kepala daerah itu mengajak seluruh masyarakat menjadikan musim kemarau sebagai momentum untuk introspeksi dan memperbanyak istighfar. "Di tengah kemarau, kembali Allah memperingatkan ketidakmampuan kita sebagai manusia," katanya menegaskan.
Petani Paling Merasakan Dampak Kekeringan dan Ancaman Karhutla
Kondisi kemarau telah menyebabkan krisis air bersih dan meningkatkan potensi kebakaran hutan dan lahan. Sektor pertanian menjadi yang paling terpukul, mengingat banyak petani di Enrekang menggantungkan hidup pada ketersediaan air untuk mengairi sawah dan ladang mereka.
Bupati menyampaikan apresiasi kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang terus mendistribusikan air bersih ke masyarakat. Sementara itu, Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Pol PP dan Damkar) disebutnya berjibaku memadamkan api di sejumlah titik Karhutla.
"Keadaan kemarau panjang ini sangat menguras pikiran, tenaga dan waktu. BPBD memberikan pelayanan air bersih kepada masyarakat, sementara Pol PP dan Damkar melakukan pemadaman terhadap kebakaran hutan dan lahan yang terus-menerus terjadi," ungkapnya.
Instruksi Tegas ke Jajaran Pemkab: Pelayanan Publik Tak Boleh Berhenti
Di tengah keterbatasan akibat kekeringan, Bupati Enrekang mengingatkan jajarannya untuk tidak menjadikan kemarau sebagai alasan menurunnya kualitas pelayanan publik. Ia menekankan pemerintah daerah harus terus berpikir dan berinovasi memastikan kebutuhan warga terpenuhi.
"Jangan ada alasan, gara-gara kemarau Pemerintah Daerah tidak memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat," tegasnya di hadapan para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kepala Kantor Kementerian Agama, Kajari, serta Ketua TP PKK yang turut hadir dalam shalat berjamaah tersebut.
Pelaksanaan Shalat Istisqa serentak ini menjadi simbol kolaborasi antara ikhtiar lahir dan batin. Pemerintah Kabupaten Enrekang dan masyarakat berharap doa yang dipanjatkan segera dijawab, membawa kesegaran dan keberkahan bagi bumi Enrekang agar kemarau panjang segera berakhir. (*)