Pencarian

Danantara Akan Verifikasi Rencana Merger Mitratel-TBIG ke Level Perusahaan

Senin, 31 Agustus 2026 • 13:32:01 WIB
Danantara Akan Verifikasi Rencana Merger Mitratel-TBIG ke Level Perusahaan
Dony Oskaria menyatakan Danantara akan memverifikasi rencana merger Mitratel dan Tower Bersama langsung ke level perusahaan.

SULAWESI SELATAN — Isu konsolidasi di industri menara telekomunikasi kembali menghangat. Mitratel, anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, disebut tengah menjajaki peluang merger dengan Tower Bersama, salah satu pemain swasta terbesar di sektor ini.

Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala Badan Pengaturan BUMN, Dony Oskaria, angkat bicara. Ia menyatakan bakal memverifikasi langsung ke level perusahaan untuk memastikan validitas rencana tersebut.

"Nanti saya cek bagaimana karena itu kan aksi korporasi kan? Bukan aksi pemegang saham, jadi kita mesti cek ke mereka, apakah itu bagian daripada korporasi strateginya mereka, ya. Nah, nanti akan kita cek," ujar Dony di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Senin (31/3/2026).

Merger BUMN dengan Swasta: "Memungkinkan Saja"

Dony menegaskan, perusahaan pelat merah terbuka berkolaborasi dengan entitas swasta selama langkah itu selaras dengan peta jalan bisnis masing-masing. Ia menilai tidak ada hambatan regulasi yang menghalangi skema semacam ini.

"Memungkinkan aja. Nggak ada masalah selama kalau itu bagian dari roadmap. Saya nggak tahu, nanti saya mesti cek. Pada dasarnya kan setiap perusahaan itu punya rencana kerja masing-masing kan," jelasnya.

Meski demikian, Dony mengingatkan bahwa keputusan akhir berada di tangan manajemen Telkom selaku induk usaha Mitratel. "Nanti coba ditanyakan ke Telkom ya, nanti bagaimana prosesnya karena mereka punya hierarkinya, tapi sampai saat ini kan masih di level mereka gitu," imbuhnya.

Bukan Wacana Baru: Sempat Gagal pada 2015

Wacana penyatuan dua raksasa menara ini bukan hal baru. Pada 2015, Tower Bersama sempat berniat mengakuisisi saham Mitratel. Transaksi itu batal setelah tidak kunjung mendapat persetujuan lebih lanjut dari para pihak terkait.

Kini, kabar terbaru menyebut Mitratel telah menunjuk penasihat keuangan untuk mengkaji ulang skema merger. Jika terealisasi, penggabungan ini berpotensi menciptakan perusahaan menara telekomunikasi dengan skala aset yang jauh lebih besar, sekaligus mengubah peta persaingan melawan pemain dominan seperti PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) milik PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR).

Tanggapan Resmi Mitratel

Menanggapi rumor tersebut, Mitratel memberikan pernyataan resmi. SVP Group Sustainability & Corporate Communication Telkom, Ahmad Reza, menegaskan bahwa perusahaan secara rutin meninjau berbagai opsi strategis untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham.

"Sebagai bagian dari TelkomGroup, Mitratel secara berkala melakukan evaluasi terhadap berbagai opsi strategis dalam rangka mendukung pengembangan bisnis dan penciptaan nilai jangka panjang," ujar Ahmad Reza dalam keterangan tertulisnya.

Pernyataan itu menegaskan bahwa kajian internal terus berjalan, namun belum ada keputusan final yang diumumkan. Hingga berita ini ditulis, belum ada konfirmasi resmi dari Tower Bersama mengenai perkembangan pembicaraan dengan Mitratel.

Konsolidasi di sektor menara telekomunikasi menjadi isu strategis di tengah efisiensi belanja modal operator seluler dan tren berbagi infrastruktur. Langkah merger antara BUMN dan swasta akan menjadi ujian bagi kebijakan holding BUMN yang tengah digencarkan pemerintah.

Follow sulsel24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: finance.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks