LUWU — Sebanyak 18 unit mesin pompa air mulai disalurkan kepada kelompok tani di Kabupaten Luwu yang lahannya mengalami kekeringan. Bantuan itu merupakan respons cepat pemerintah daerah setelah menetapkan status siaga bencana kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan pada 6 Agustus 2026 lalu.
Bupati Luwu, H Patahudding, dalam peninjauannya di Desa Pasamai, Belopa, dan Desa Tallang Bulawang, memastikan pompa-pompa tersebut langsung difungsikan untuk mengairi sawah yang mulai mengering. Air diambil dari Bendung Tomatoppe dan dialirkan ke areal persawahan di Desa Cakkiawo dan Kasiwiang, Kecamatan Suli.
“Cuaca El Nino di mana terjadi kemarau ini menyebabkan lahan persawahan petani kekurangan air. Hal ini perlu kita antisipasi karena sawah-sawah ini menjadi sumber pendapatan utama masyarakat kita,” ujar Patahudding saat meninjau lokasi.
Bantuan Pusat dan Provinsi, Ditambah Anggaran BTT
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian Luwu, Islamuddin, merinci dari total 18 unit pompa yang dibagikan, lima unit di antaranya berasal dari pemerintah pusat. Sementara 13 unit lainnya merupakan bantuan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
Pemkab Luwu tidak berhenti di situ. Patahudding telah menginstruksikan pengadaan tambahan sebanyak 20 unit pompa air berukuran 3 inci dan 10 unit berukuran 6 inci yang akan segera didistribusikan kepada kelompok tani terdampak.
“Bapak Bupati Luwu sudah menginstruksikan untuk dilakukan penambahan bantuan 20 unit mesin pompa air berukuran 3 inci dan 10 unit berukuran 6 inci dan insya Allah akan segera kita bagikan,” kata Islamuddin.
Pendataan Luas Lahan Terdampak Masih Terus Berjalan
Dinas Pertanian Luwu terus melakukan pemantauan dan pendataan terhadap lahan persawahan yang terdampak. Hingga saat ini, tercatat luas lahan yang mengalami kekeringan mencapai 3.025,63 hektare yang tersebar di sejumlah kecamatan.
“Kami sudah mencatat ada 3.025,63 hektare lahan persawahan di Kabupaten Luwu yang terdampak cuaca El Nino dimana mengalami kekeringan,” ungkap Islamuddin.
Status Siaga Bencana dan Instruksi Penggunaan Dana BTT
Penetapan status siaga bencana kekeringan ini tertuang dalam Surat Keputusan Nomor 396/VIII/2026 yang diterbitkan pada 6 Agustus 2026. Sekretaris BPBD Luwu, Aminuddin, menyebut keputusan ini diambil berdasarkan laporan resmi dari BMKG mengenai potensi panjangnya musim kemarau.
Menindaklanjuti status tersebut, Kepala Bappelitbangda Luwu, Moh Arsal Arsyad, menyampaikan bahwa Bupati telah menginstruksikan penggunaan alokasi Belanja Tidak Terduga (BTT) APBD Tahun Anggaran 2026. Dana ini digunakan khusus untuk menambah bantuan pompa air bagi petani yang sawahnya mulai mengalami kekeringan.
“Bapak Bupati Luwu meminta seluruh OPD terkait untuk memantau terus perkembangan cuaca El Nino sejauh mana dampaknya terhadap areal persawahan petani di Kabupaten Luwu. Beliau berharap semua pihak untuk mewaspadai dampak El Nino ini,” kata Arsal.
Pemkab Luwu meminta seluruh organisasi perangkat daerah terkait untuk terus memantau perkembangan cuaca dan dampaknya. Bantuan pompa air menjadi langkah konkret pemerintah daerah untuk menjaga ketersediaan air bagi lahan pertanian yang menjadi sumber pendapatan utama masyarakat setempat.