WAJO — Ratusan aparatur sipil negara (ASN), unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta tokoh masyarakat berbondong-bondong mengikuti Salat Istisqa di Lapangan Kantor Bupati Wajo. Wakil Bupati Wajo, dr Baso Rahmanuddin, hadir mewakili Bupati Andi Rosman dalam kegiatan tersebut.
Ikhtiar Batin di Tengah Kemarau Panjang
Salat Istisqa digelar bukan sekadar seremoni. Pemerintah daerah menyadari bahwa musim kemarau tahun ini mulai menggerus ketersediaan air di sejumlah titik. "Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama berdoa agar Allah SWT segera menurunkan hujan yang membawa keberkahan," ujar dr Baso dalam sambutannya.
Ia menegaskan bahwa langkah spiritual ini berjalan beriringan dengan upaya nyata pemerintah. Distribusi air bersih dan pemantauan titik rawan kekeringan terus dilakukan agar kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi.
Menteri Agama Pimpin Langsung Khutbah
Kehadiran Menteri Agama Nasaruddin Umar menjadi daya tarik tersendiri. Dalam khutbahnya, ia mengajak jamaah menjadikan momen ini sebagai sarana introspeksi diri. "Salat Istisqa bukan sekadar memohon turunnya hujan, tetapi juga mengingatkan kita untuk memperbaiki hubungan dengan Allah SWT, menjaga alam, dan saling membantu sesama," pesannya.
Jamaah yang hadir tampak khusyuk mengikuti rangkaian ibadah hingga doa bersama. Mereka memanjatkan harapan agar hujan segera turun dan membawa rahmat bagi Kabupaten Wajo.
Doa untuk Petani dan Perekonomian Wajo
Wakil Bupati Baso Rahmanuddin berharap turunnya hujan dapat membantu para petani yang mulai kesulitan mengairi sawah. "Kami ingin roda perekonomian tetap berjalan. Air bersih dan irigasi pertanian menjadi prioritas kami ke depan," ujarnya.
Kegiatan ini juga menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Pemerintah mengajak warga memperbanyak istigfar dan doa di rumah masing-masing sebagai bagian dari ikhtiar kolektif menghadapi dampak kemarau.