SULAWESI SELATAN — Spanyol menjuarai Piala Dunia 2026 setelah gol Ferran Torres di menit ke-105 memastikan kemenangan 1-0 atas Argentina. Namun, pertandingan diwarnai aksi memalukan dari kubu Argentina yang sudah bermain dengan 10 orang sejak babak kedua setelah Enzo Fernandez diusir wasit.
Paredes Lepas Kendali, Cekik Bek Spanyol
Begitu wasit meniup peluit panjang, Paredes langsung mendekati Eric Garcia dan mencekik leher bek Barcelona tersebut. Keributan tak berhenti di situ—sejumlah pemain Argentina lainnya ikut terlibat dalam aksi kekerasan yang memicu kemarahan publik.
Pelatih Argentina Lionel Scaloni sempat melerai Paredes, namun sang gelandang justru melepaskan diri dan kembali mendorong pemain Spanyol lainnya ke tanah. Paredes akhirnya diusir wasit setelah mendapat kartu merah langsung.
Empat Kartu Merah Final, Rekor Kelam Argentina
Kartu merah Paredes menambah daftar hitam Argentina di partai puncak Piala Dunia. Sebelumnya, Enzo Fernandez sudah lebih dulu diusir setelah melakukan pelanggaran brutal terhadap Pau Cubarsi. Argentina kini memegang rekor kartu merah terbanyak dalam sejarah final Piala Dunia dengan total empat kali, melampaui catatan tiga kartu merah yang mereka bukukan pada 1990.
Yang lebih mencengangkan, Argentina gagal mencatatkan satu pun tembakan ke gawang selama 90 menit waktu normal. Tim asuhan Scaloni benar-benar tampil inferior sepanjang laga.
Joe Hart: 'Memuakkan', Messi Satu-satunya yang Berkelas
Mantan kiper Inggris Joe Hart yang bertindak sebagai pengamat BBC tak menahan kekecewaannya. Ia menyebut aksi Paredes dan kawan-kawan sebagai tindakan yang menjijikkan.
"Memuakkan. Hanya ada satu pemain di skuad itu yang punya kelas, yaitu Lionel Messi. Dia berkeliling menjabat tangan semua pemain Spanyol," ujar Hart dalam siaran langsung BBC.
Para pengamat ITV juga mengutuk keras aksi kekerasan yang dilakukan pemain Argentina. Mereka menilai kekalahan telak secara permainan seharusnya diterima dengan lapang dada, bukan dengan amuk yang memalukan.