SIDRAP — Sepak bola terbukti lebih kuat dari politik. Dua politisi Partai Nasdem di Sidrap yang biasa satu suara dalam setiap agenda partai dan pembangunan daerah kini harus berpisah jalan karena benda bundar bernama bola.
Bupati Sidrap merangkap Ketua Nasdem Sulsel, Syaharuddin Alrif, dan politisi Nasdem, Resky Djabir, duduk di kubu berbeda saat final Euro 2024. Penyebabnya bukan soal kebijakan atau perebutan kursi, melainkan pilihan tim sepak bola.
Messi vs Rodri: Dua Kubu Berseberangan
Syaharuddin Alrif dikenal sebagai penggemar berat Lionel Messi. Ia tak ragu memilih Argentina. "Kalau Messi bermain, ya dukung Messi. Begitulah kira-kira," tulis pengamat politik Sidrap, Edy Basri, dalam analisisnya.
Resky Djabir memilih Spanyol dengan alasan lebih rasional. Ia melihat kekuatan lini tengah Spanyol yang digalang Rodri, serta kecepatan Lamine Yamal yang disebutnya seperti "bermain dengan kecepatan internet berbeda."
Pertarungan Tanpa Jabatan di Tribun
Menurut Edy Basri, momen ini menunjukkan sepak bola mampu menyamakan semua orang. "Ia membuat bupati, pengusaha, politisi, pedagang, petani, sopir, hingga mahasiswa berubah menjadi makhluk yang sama: suporter. Tidak ada jabatan di tribun. Tidak ada pangkat di depan televisi," tulisnya.
Setiap serangan Argentina membuat jantung Syahar berdebar. Setiap peluang Spanyol membuat Resky berdiri dari kursinya. Pertandingan ini diprediksi berlangsung ketat hingga peluit akhir.
Pesan Singkat Usai Laga: "Cuma Bilang"
Edy Basri membayangkan besok pagi salah satu dari mereka pasti mengirim pesan singkat. "Mungkin hanya dua kata: 'Cuma bilang.' Lalu diikuti gambar trofi. Karena dalam sepak bola, kemenangan terasa lebih nikmat kalau ada teman yang bisa digoda," pungkasnya.
Malam ini, Sidrap memiliki final versinya sendiri: Syaharuddin Alrif melawan Resky Djabir, Messi melawan Rodri, masa lalu melawan masa depan, legenda melawan generasi baru.