SULAWESI SELATAN — Putusan MK yang mengukuhkan status Jakarta sebagai Ibu Kota Negara sempat memicu spekulasi publik bahwa proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) akan dihentikan atau setidaknya mengalami perlambatan signifikan. OIKN bergerak cepat membantah narasi tersebut.
“Tidak Ada Kata Berhenti” di Lapangan
Troy Pantouw menyampaikan bantahan itu dalam Dialog Media Strategis di Balikpapan, Ahad (31/5/2026). Ia menekankan bahwa proses pembangunan fisik dan pengembangan ekosistem ekonomi di Nusantara tetap bergulir.
“Semuanya bergulir pada saat ini, artinya proses pembangunan terus bergerak. Tidak ada kata berhenti, stagnan, atau mangkrak. Inilah diksi-diksi yang harus dikoreksi oleh siapa pun,” ujarnya.
Menurut Troy, seluruh skema pendanaan—APBN, Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), serta investasi swasta—masih aktif digunakan untuk membiayai proyek-proyek di lapangan.
Bukan Sekadar Pusat Pemerintahan, tapi Superhub Ekonomi
OIKN juga memperkenalkan ulang konsep pengembangan IKN sebagai Superhub Ekonomi Nusantara. Konsep ini dirancang untuk menghubungkan klaster-klaster strategis seperti pusat pemerintahan, kawasan ekonomi dan bisnis, pusat layanan kesehatan, pengembangan energi baru terbarukan, kawasan hiburan, pusat pendidikan dan riset, hingga industri pangan.
“Superhub Ekonomi Nusantara adalah arah pengembangan ekonomi IKN yang menghubungkan klaster-klaster strategis untuk menciptakan pertumbuhan baru yang inovatif. Tujuan daripada Ibu Kota Nusantara adalah menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang baru di Indonesia,” kata Troy.
Pembangunan tidak lagi terpusat di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP). OIKN menyebut sembilan wilayah perencanaan yang saling terintegrasi kini mulai dikembangkan secara paralel.
Kolaborasi dengan Daerah Penyangga
Untuk memperkuat ekosistem ekonomi, OIKN mendorong kolaborasi regional dengan daerah penyangga seperti Balikpapan, Penajam Paser Utara, dan Samarinda. Troy menilai keterhubungan dengan wilayah-wilayah tersebut krusial agar IKN tidak menjadi kantong terisolasi, melainkan menjadi motor pertumbuhan yang terintegrasi dengan Kalimantan Timur secara keseluruhan.
Dengan proyek yang masih berjalan dan pendanaan yang terus mengalir, OIKN menegaskan bahwa IKN tetap menjadi agenda strategis nasional. Pemerintah, menurut Troy, berkomitmen mendorong pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di luar Pulau Jawa melalui proyek ini—terlepas dari status hukum Jakarta sebagai ibu kota.