PALOPO — Tim Verifikasi Musyawarah Olahraga Kota (Musorkot) KONI Palopo mulai meneliti berkas administrasi dua bakal calon Ketua Umum periode 2026-2030. Pemeriksaan dilakukan secara manual guna menjamin keabsahan seluruh dokumen persyaratan yang telah diserahkan oleh tim penjaringan.
Dua sosok yang bersaing dalam bursa pemilihan ini adalah Muhajir Ahmad dan Andra Makkasau. Muhajir saat ini menjabat sebagai Ketua Harian KONI Palopo, sedangkan Andra merupakan Ketua IKASI Palopo. Keduanya telah mengembalikan formulir pendaftaran pada Selasa (5/5/2026) malam dengan melampirkan rekomendasi dukungan dari cabang olahraga (cabor).
Mekanisme Verifikasi Manual dan Tahapan Perbaikan Berkas
Koordinator Tim Verifikasi, Imam Wahyudi, menjelaskan bahwa pemeriksaan dokumen dilakukan dengan meneliti langsung fisik berkas para bakal calon. Tim akan mencocokkan setiap persyaratan administrasi, terutama mengenai keabsahan dukungan cabor yang menjadi syarat mutlak pencalonan.
“Berkas pencalonan sampai saat ini masih dilakukan verifikasi faktual bersama tim verifikasi dengan metode manual, yakni melihat langsung keabsahan dokumen-dokumen para bakal calon,” ujar Imam Wahyudi, Kamis (7/5/2026).
Jika dalam proses verifikasi ditemukan adanya kekurangan atau ketidaksesuaian data, tim verifikator akan memberikan catatan khusus. Bakal calon nantinya diminta untuk segera melakukan perbaikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam mekanisme Musorkot.
Penyerahan Dokumen dari Tim Penjaringan ke Tim Verifikasi
Tahapan verifikasi ini dimulai setelah Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) menyerahkan seluruh berkas kepada Tim Verifikasi pada Rabu (6/5/2026) malam di Cafe Seikei. Penyerahan dilakukan oleh Ketua TPP Andi Poci kepada Imam Wahyudi, disaksikan oleh Ketua Steering Committee (SC) Musorkot Haedar Jidar.
Andi Poci menyatakan bahwa pihaknya telah menuntaskan seluruh tahapan penjaringan sesuai mekanisme organisasi. "Mulai dari pengambilan formulir hingga pengembalian formulir dan penyerahan berkas oleh para bakal calon sudah kami laksanakan sesuai ketentuan," tuturnya.
Imam Wahyudi menegaskan bahwa tim verifikasi yang beranggotakan lima orang—termasuk Ikbal Iswanto, Andi Alamsyah, Arwin Ahmad, dan Nurbakti—bekerja secara independen. Ia menjamin proses ini berlangsung profesional tanpa adanya tekanan dari pihak mana pun demi integritas pemilihan Ketua Umum KONI Palopo ke depan.