Pencarian

Wali Kota Munafri Arifuddin Seleksi Imam Masjid yang Toleran di Makassar

Rabu, 06 Mei 2026 • 13:59:01 WIB
Wali Kota Munafri Arifuddin Seleksi Imam Masjid yang Toleran di Makassar
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin membuka seleksi imam masjid tingkat kelurahan dengan standar integritas tinggi.

MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar resmi memulai proses seleksi calon imam masjid tingkat kelurahan. Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menegaskan bahwa integritas dan visi membangun umat menjadi tolok ukur utama dalam penjaringan yang digelar Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) tersebut.

Munafri Arifuddin, yang akrab disapa Appi, menyatakan bahwa standar utama seorang imam masjid tidak dapat ditawar. Selain kemampuan membaca Al-Qur’an sebagai syarat mutlak, sosok imam di Makassar harus memiliki kedewasaan dalam menyikapi perbedaan di tengah masyarakat.

Imam Masjid Sebagai Penyejuk di Tengah Masyarakat Majemuk

Kota Makassar dikenal dengan keberagaman penduduknya. Oleh karena itu, Appi menginginkan imam masjid bukan sekadar pemimpin ibadah ritual, melainkan juga figur sosial yang mampu menjadi perekat silaturahmi antarwarga.

“Kita hidup di tengah masyarakat yang majemuk. Imam harus hadir sebagai penyejuk,” kata Appi saat membuka kegiatan di Kantor Wali Kota Makassar.

Menurutnya, peran imam sangat strategis dalam memfungsikan masjid sebagai pusat pembinaan umat dan ruang musyawarah. Masjid diharapkan menjadi tempat pertama bagi warga untuk mencari solusi atas berbagai persoalan sosial di lingkungan kelurahan.

“Ketika persoalan masyarakat dibawa ke masjid, di situlah seharusnya masalah itu selesai. Ini fungsi sentral imam,” jelasnya.

Syarat Kemampuan Manajerial dan Pengelolaan Organisasi

Pemerintah Kota Makassar juga menekankan pentingnya aspek manajerial bagi para calon imam. Appi menilai bahwa seorang imam adalah pemimpin yang harus mampu mengelola organisasi masjid secara efektif bersama para pengurus lainnya.

Visi ini bertujuan agar setiap masjid memiliki program yang jelas dan berdampak nyata bagi jamaah, termasuk dalam pembentukan generasi muda Qur’ani. Manajemen yang baik dianggap sebagai kunci untuk mencapai hasil maksimal dalam pembangunan spiritual masyarakat.

“Kalau kita bicara imam, kita bicara pemimpin. Kalau pemimpin, kita bicara manajemen. Ujungnya adalah outcome. Apa yang dihasilkan oleh masjid itu harus jelas dan maksimal,” ungkap Appi.

Transparansi Seleksi dan Pesan Sportivitas

Proses seleksi ini dilakukan secara ketat untuk menanggapi aspirasi warga yang menginginkan peningkatan kualitas pelayanan di masjid-masjid kelurahan. Pemkot Makassar tidak ingin lagi menerima keluhan terkait kinerja imam yang tidak optimal di lapangan.

Appi mengingatkan seluruh peserta untuk menjaga sikap sportif selama tahapan berlangsung. Ia meminta para peserta yang nantinya tidak lolos untuk tetap mendukung mereka yang terpilih demi kekompakan pembangunan umat.

“Jangan yang tidak lulus justru memberi sinyal negatif. Kita butuh kekompakan untuk membangun masjid yang berkualitas,” tegasnya.

Kepada panitia pelaksana, Wali Kota meminta agar seluruh tahapan seleksi berjalan lancar dan transparan. Seleksi ini diharapkan mampu melahirkan imam-imam berkualitas yang memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan mental dan spiritual di Kota Makassar.

Bagikan
Sumber: majesty.co.id

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks