Pencarian

Samsung Galaxy Z Fold8: Rasio Layar 4:3 Unik, Multitasking Lebih Nyaman

Selasa, 01 September 2026 • 16:12:32 WIB
Samsung Galaxy Z Fold8: Rasio Layar 4:3 Unik, Multitasking Lebih Nyaman
Layar utama Galaxy Z Fold8 menampilkan rasio 4:3 seluas 7,6 inci untuk aktivitas produktivitas dan gaming.

SULAWESI SELATAN — Samsung Galaxy Z Fold8 hadir dengan identitas visual yang tidak lazim: layar utama berasio 4:3 seluas 7,6 inci, persis seperti paspor saat digenggam. Ini bukan sekadar gimmick — rasio tersebut mengubah cara pengguna berinteraksi dengan aplikasi, baik untuk produktivitas maupun hiburan. Di atas kertas, perangkat ini juga membawa cover screen 5,5 inci dengan resolusi 1.972 × 1.080 piksel, sensor utama dan ultrawide 50 MP, serta One UI 9 terbaru.

Layar Utama 4:3: Ideal untuk Produktivitas dan Gaming

Layar bagian dalam Galaxy Z Fold8 bukan ditujukan untuk konsumsi video, melainkan aktivitas "serius": membaca artikel, membuka dokumen, mengedit foto, atau menyunting video di aplikasi Gallery bawaan. Bidang seluas 7,6 inci dengan rasio 4:3 memberi ruang lebih untuk teks panjang tanpa harus sering menggulir, dan tampilan peta atau gambar jadi lebih luas.

One UI 9 memperkuat posisi ini lewat fitur Multi Window. Aplikasi — termasuk game — yang dibuka di cover screen dapat langsung terbuka secara simultan di layar utama saat ponsel dibentangkan. Dalam pengujian pada Mobile Legends: Bang Bang, tampilan game sempat mengecil dengan tombol pop-up untuk mengaktifkan mode penuh; perlu restart aplikasi, tapi setelah itu karakter, peta, dan tombol kontrol terlihat jelas tanpa menghalangi pandangan.

Bermain game di layar 4:3 memang terasa berbeda. Ruang untuk kedua tangan lebih luas, dan kontrol tidak terlalu menutupi area pertempuran. Untuk sesi panjang, layar utama jelas lebih nyaman dibanding cover screen.

Cover Screen 5,5 Inci: Nyaman Mengetik, Tapi Mentok untuk Video Vertikal

Di bagian depan, cover screen berukuran 5,5 inci dengan rasio 10:16 — jauh lebih pendek dibanding rasio standar 19,5:9 atau 20:9 yang umum di ponsel lain. Konsekuensinya langsung terasa: ikon aplikasi terlihat lebih besar, bidang layar terasa lebar, tapi jumlah konten yang tampil vertikal berkurang drastis.

Untungnya, untuk kebutuhan dasar seperti membalas WhatsApp, membaca email, atau membuka Chrome, rasio ini justru nyaman. Teks bisa ditampilkan lebih panjang dalam satu baris, dan tombol keyboard tidak berdempetan sehingga pengalaman mengetik lebih lega. Komprominya: pengguna harus lebih sering melakukan scroll, terutama saat keyboard muncul.

Hambatan terbesar muncul saat membuka TikTok atau Instagram Reels. Video vertikal 9:16 tidak bisa memenuhi seluruh bidang layar, sehingga muncul bar hitam di sisi kiri dan kanan. Ukurannya tidak terlalu besar, tapi tetap terlihat jelas — membuat konten seolah berada di dalam bingkai. Tombol interaksi dan kolom komentar justru mendapat ruang ekstra di area kosong, jadi antarmuka aplikasi tidak rusak, hanya terasa berbeda.

Bermain game di cover screen juga butuh penyesuaian. Mobile Legends: Bang Bang berjalan mulus, tapi bagi pengguna dengan jempol besar, kontrol terasa sempit. Untuk sesi singkat masih oke, tapi tidak disarankan untuk main lama.

Siapa yang Cocok Membeli Galaxy Z Fold8?

Galaxy Z Fold8 bukan untuk semua orang. Butuh waktu untuk terbiasa dengan rasio layar kotak, terutama jika Anda terbiasa dengan ponsel berlayar memanjang. Namun, bagi pengguna yang menjadikan ponsel sebagai alat kerja — membaca dokumen, mengelola email, atau multitasking antar aplikasi — keunggulannya sangat terasa. Sebaliknya, jika konsumsi video vertikal adalah prioritas utama, ponsel ini bukan pilihan ideal.

Di pasar Indonesia, Fold8 menempati posisi premium dengan harga yang belum diumumkan resmi, tapi estimasi di kisaran Rp 25 jutaan. Dengan trade-off yang jelas antara produktivitas dan hiburan, perangkat ini layak dipertimbangkan oleh profesional yang mengutamakan efisiensi layar besar.

Follow sulsel24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: uzone.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks