SULAWESI SELATAN — Flores perlahan bangkit dari gempa bumi yang melanda beberapa waktu lalu. Status tanggap darurat memang diperpanjang 14 hari oleh Pemerintah Provinsi NTT, tapi itu tidak menghentikan denyut pariwisata di pulau yang terkenal dengan keindahan alamnya. ASITA NTT justru mencatat nihil pembatalan perjalanan dari agen anggota.
Kelimutu Buka, Wae Rebo dan Liang Bua Masih Dikunci
Kabar baik datang dari Danau Kelimutu di Kabupaten Ende. Objek wisata ikonik dengan tiga danau kawah berwarna-warni itu sudah kembali menerima pengunjung setelah sempat ditutup akibat gempa. "Kawasan wisata Danau Kelimutu sudah kembali beroperasi pascagempa. Keputusan pembukaan destinasi wisata terbukti mampu mendorong kelangsungan sektor pariwisata," ucap Oyan Kristian, Ketua ASITA NTT.
Tidak semua tempat dibuka. Desa Adat Wae Rebo yang terkenal dengan rumah adat Mbaru Niang, serta Liang Bua yang menjadi situs penemuan Homo floresiensis, masih ditutup sementara. Penutupan ini merupakan langkah preventif untuk menjamin rasa aman wisatawan dari ancaman gempa susulan.
Bagi traveler yang sudah terlanjur memasukkan kedua destinasi itu ke itinerary, sebaiknya menghubungi agen perjalanan atau pengelola setempat untuk mendapatkan informasi terbaru sebelum berangkat.
Validasi Data dan Perbaikan Infrastruktur Menjadi Prioritas
Ketua ASITA NTT menegaskan pentingnya informasi resmi dari otoritas berwenang. Pihaknya mengandalkan data satu pintu milik Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) untuk menyampaikan pembaruan situasi lapangan kepada para agen. "Asosiasi membutuhkan validasi pemerintah melalui saluran informasi resmi. Pembaruan data harian rutin dari BPOLBF sangat membantu operasional wisata," tambah Oyan.
Selain validasi data, asosiasi juga mendesak pemerintah memperbaiki fasilitas umum dan akses jalan Trans-Flores yang terdampak gempa. Perbaikan infrastruktur vital ini bertujuan memberikan rasa aman bagi peserta tur Flores Overland yang biasanya melintasi jalur darat antarkabupaten. Pemeriksaan kelayakan bangunan di area pariwisata juga diminta sebelum menerima kunjungan wisatawan.
Soal promosi, Oyan berharap pemerintah mengalokasikan dukungan anggaran khusus untuk memasarkan destinasi Flores, termasuk Taman Nasional Komodo. "Promosi wisata harus terus berjalan berbekal fakta terbaru lapangan. Turis wajib mendapat gambaran jelas mengenai kesiapan lokasi liburan pascagempa Flores," pungkasnya.
Tips Berkunjung ke Flores Saat Ini
Bagi traveler yang berencana liburan ke Flores dalam waktu dekat, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pertama, pantau terus informasi resmi dari BPOLBF atau Dinas Pariwisata setempat mengenai status destinasi yang akan dikunjungi. Kedua, konfirmasi ke agen perjalanan atau penginapan mengenai kondisi akses jalan dan fasilitas.
Ketiga, patuhi arahan otoritas setempat terkait area yang masih ditutup. Jangan memaksakan diri masuk ke lokasi rawan, seperti Wae Rebo dan Liang Bua, meskipun penasaran. Keempat, siapkan rencana alternatif jika destinasi utama sedang ditutup. Flores punya banyak spot menarik lain yang bisa dijelajahi.
Dengan koordinasi yang baik dan informasi yang valid, liburan ke Flores tetap aman dan menyenangkan. Keindahan Kelimutu, deretan pantai di Labuan Bajo, serta kekayaan budaya pulau ini layak dinikmati — asalkan wisatawan mengikuti protokol keselamatan yang ditetapkan.