MAKASSAR — Kebijakan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin yang mewajibkan warga memilah sampah dari rumah mendapat apresiasi dari media lokal, KabarMakassar. Penghargaan Kepala Daerah Inovatif itu diberikan dalam rangkaian perayaan HUT ke-17 KabarMakassar di Bikin-Bikin Hub, Nipah Park, Sabtu (29/08) malam.
Penghargaan diterima langsung oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Makassar, M Roem, yang mewakili Munafri. Wali Kota yang akrab disapa Appi itu tengah berada di Pangkep untuk menghadiri penutupan MTQ 2026.
KabarMakassar menilai kebijakan ini menjadi langkah konkret yang mendorong perubahan pola pengelolaan sampah di Kota Makassar. Sejak 1 Agustus 2026, masyarakat diarahkan memisahkan sampah organik, anorganik, dan residu sebelum diserahkan kepada petugas.
Kawasan Komersial Ikut Diawasi Ketat
Kebijakan tersebut tidak hanya menyasar rumah tangga. Appi juga mendorong hotel, restoran, dan kafe untuk bertanggung jawab terhadap sampah yang mereka hasilkan.
Para pelaku usaha diminta tidak sekadar membayar retribusi, tetapi memastikan sampah dari aktivitas usahanya telah dipilah sesuai ketentuan. Appi bahkan meminta para camat memperketat pengawasan terhadap kawasan komersial di wilayah masing-masing.
Menurutnya, pembayaran retribusi tidak serta-merta menyelesaikan persoalan sampah yang ditimbulkan sebuah usaha. Praktik pemilahan juga didorong diterapkan di lingkungan pemerintahan agar menjadi contoh bagi masyarakat dan pelaku usaha.
Diapresiasi Menteri Lingkungan Hidup
Langkah pemilahan sejak dari sumber itu turut mendapat apresiasi dari Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Moh Jumhur Hidayat. Pemilahan dari sumber dinilai sebagai langkah tepat dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih terarah.
Apresiasi serupa disampaikan Kepala Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup (Kapusdal LH) Wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua, Azri Rasul. Program tersebut dinilai berpotensi menjadi model pengelolaan sampah bagi kota-kota besar di Indonesia.
Pemkot Terbuka Terhadap Kritik Media
M Roem menyampaikan penghargaan tersebut akan menjadi motivasi bagi Pemkot Makassar untuk terus menghadirkan program yang berdampak langsung kepada masyarakat.
“Terima kasih atas apresiasi ini. Ini menjadi motivasi bagi kami sendiri di Pemerintah Kota Makassar untuk memberikan pelayanan publik yang baik dan berdampak kepada masyarakat Kota Makassar,” kata M Roem.
Ia juga meminta Kabar Group Indonesia (KGI), khususnya KabarMakassar, tetap mengawal program-program Pemkot Makassar. M Roem menegaskan pemerintah terbuka terhadap kritik dan masukan dari media maupun masyarakat.
“Kami tidak antikritik untuk senantiasa menerima arahan dari seluruh tim KabarMakassar,” ujarnya.
Menurut M Roem, kritik media menjadi bagian penting dalam mengevaluasi kebijakan pemerintah, termasuk dalam berbagai persoalan yang menyangkut kepentingan masyarakat. Ia juga mengapresiasi perjalanan KabarMakassar yang telah memasuki usia 17 tahun dan berkembang menjadi bagian dari Kabar Group Indonesia.
“Kami mewakili Wali Kota mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kabar Group dan terkhusus KabarMakassar, di mana Kabar Group ini berawal dari KabarMakassar,” ujarnya.
Penghargaan ini sekaligus menandai pergeseran arah pengelolaan sampah Makassar yang tidak lagi hanya fokus pada pengangkutan dan pembuangan, tetapi menempatkan pemilahan dari sumber sebagai bagian penting dari sistem pengelolaan sampah kota.