Pencarian

DBS Foundation dan Mercy Corps Targetkan 40.000 UMKM Perempuan di Tiga Kota Melek Finansial

Jumat, 21 Agustus 2026 • 16:34:31 WIB
DBS Foundation dan Mercy Corps Targetkan 40.000 UMKM Perempuan di Tiga Kota Melek Finansial
Penandatanganan nota kesepahaman antara Kementerian UMKM dan Yayasan Mercy Corps Indonesia berlangsung di sela-sela Bursa Wirausaha Unggulan 2026 di Medan.

SULAWESI SELATAN — DBS Foundation dan Yayasan Mercy Corps Indonesia resmi memperluas jangkauan program pemberdayaan ekonomi perempuan. Targetnya jelas: meningkatkan kesehatan dan ketahanan keuangan 40.000 perempuan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang tersebar di tiga kota besar hingga 30 September 2027.

Langkah ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang untuk mendorong inklusi finansial di Indonesia, sebuah pasar yang dinilai masih menyimpan banyak celah bagi pelaku usaha kecil.

Kolaborasi Resmi dengan Kementerian UMKM

Untuk memastikan program berjalan optimal, Yayasan Mercy Corps Indonesia menandatangani nota kesepahaman dengan Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Republik Indonesia. Prosesi penandatanganan berlangsung di sela-sela Bursa Wirausaha Unggulan 2026 di Auditorium Universitas Sumatera Utara, Medan.

Penandatanganan dilakukan langsung oleh Sekretaris Menteri UMKM Loto Srinaita Ginting dan Direktur Eksekutif Yayasan Mercy Corps Indonesia Ade Soekadis. Acara tersebut turut disaksikan Menteri UMKM Maman Abdurrahman, Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM Riza Damanik, serta perwakilan Bank DBS Indonesia Cabang Medan, Herman Law.

Kolaborasi ini bukan sekadar seremoni. Tujuannya adalah mengoptimalkan program pemerintah dan mitra pembangunan agar pengembangan usaha perempuan berjalan lebih masif dan terukur.

Empat Pilar Dukungan bagi Pelaku Usaha Perempuan

Kemitraan ini mencakup empat area intervensi utama yang dirancang untuk menjawab kebutuhan riil di lapangan. Pertama, pelatihan literasi keuangan dan digital yang bertujuan membekali pelaku UMKM dengan kemampuan mengelola arus kas dan memanfaatkan teknologi.

Kedua, perluasan akses pembiayaan. Ketiga, kegiatan business matching yang mempertemukan pelaku usaha dengan calon mitra atau pembeli potensial. Terakhir, pemanfaatan kanal pemasaran digital untuk memperluas jangkauan pasar.

Melalui dukungan tersebut, perempuan pemilik dan pengelola UMKM diharapkan mampu meningkatkan kapasitas mengelola usaha, mengakses layanan keuangan formal, dan membuka peluang pasar yang lebih luas.

Fokus DBS Foundation pada Dampak Sosial Berkelanjutan

Head of Group Marketing and Communications PT Bank DBS Indonesia Mona Monika menegaskan bahwa inisiatif ini sejalan dengan visi besar perusahaan. "Mendorong inklusi finansial dan pemberdayaan perempuan merupakan beberapa fokus utama DBS Foundation dalam menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan," ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (20/8/2026).

Pernyataan tersebut menggarisbawahi bahwa program ini bukan proyek jangka pendek, melainkan investasi sosial yang dirancang untuk memberi efek berganda bagi perekonomian lokal. Dengan menyasar 40.000 perempuan, dampaknya diharapkan terasa hingga ke rantai pasok dan komunitas sekitar.

Pemilihan Semarang, Surabaya, dan Medan sebagai lokasi program dinilai strategis. Ketiga kota tersebut merupakan pusat pertumbuhan ekonomi di Pulau Jawa dan Sumatera dengan ekosistem UMKM yang dinamis.

Follow sulsel24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: ekbis.sindonews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks