SOPPENG — Melonjaknya pendaftar jenjang SMP membuat pihak pengelola SRT Soppeng mengambil kebijakan dengan mengalihkan jatah kuota dari jenjang lain. Data penjangkauan terbaru menunjukkan total pendaftar mencapai 282 anak, dengan rincian 76 calon siswa SD, 142 calon siswa SMP, dan 64 calon siswa SMA.
Kepala SRT Soppeng Arni Erjilla mengatakan, dari total tersebut pihaknya menetapkan 130 siswa untuk jenjang SMP guna memenuhi kuota penerimaan siswa baru yang ditetapkan Kementerian Sosial sebanyak 270 siswa pada 2026. Bahkan, masih ada 12 anak yang masuk daftar cadangan.
Kekurangan Pendaftar SD dan SMA Ditutup Calon Siswa SMP
"SMP bahkan masih ada cadangan 12 orang. Pendaftar SD kurang 14 orang, SMA kurang 26 orang jadi jatahnya kita pindahkan ke SMP 40 orang. Karena itu, tahun depan kuota SMP akan kami kurangi," ujar Arni saat dihubungi dari Makassar, Rabu.
Aturan Kementerian Sosial memang menetapkan standar kuota setiap jenjang pendidikan sebanyak 90 orang siswa. Namun, tingginya animo masyarakat pada jenjang SMP membuat pihak sekolah memutuskan untuk memindahkan sisa kuota dari jenjang SD dan SMA.
Prestasi Siswa SRT Soppeng Jadi Daya Tarik Utama
Arni mengungkapkan, tingginya peminat SMP tidak lepas dari gencarnya informasi kegiatan dan capaian siswa SRT yang disebarluaskan melalui platform media sosial. Prestasi membanggakan turut mendongkrak kepercayaan orang tua, di antaranya raihan juara 1 Olimpiade Matematika dan juara 2 Olimpiade IPA tingkat Kabupaten Soppeng.
Berbeda dengan jenjang SMP, rendahnya peminat SD dan SMA memiliki alasan yang beragam. Arni menyebut masih banyak orang tua yang belum siap berpisah dengan anaknya yang masih berusia SD. Sementara pada tingkat SMA, kebanyakan siswa enggan tinggal di asrama dan cenderung memilih sekolah yang lebih bebas, apalagi larangan penggunaan ponsel juga diterapkan di SRT.
Gedung Baru Belum Rampung, Siswa Masih Menempati Sekolah Lama
Saat ini SRT Soppeng belum melaksanakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) lantaran gedung asrama maupun sekolah belum rampung dibangun. Sebanyak 84 siswa dari tahun ajaran sebelumnya masih menempati sekolah lama hingga pembangunan fasilitas baru selesai dikerjakan.