Pencarian

Perum Jasa Tirta I Perkuat Pengelolaan Air di Sulsel, Fokus Antisipasi El Nino dan Jaga Lumbung Pangan Nasional

Minggu, 16 Agustus 2026 • 12:25:01 WIB
Perum Jasa Tirta I Perkuat Pengelolaan Air di Sulsel, Fokus Antisipasi El Nino dan Jaga Lumbung Pangan Nasional
Perum Jasa Tirta I menyesuaikan pendekatan pengelolaan air di dua wilayah sungai di Sulawesi Selatan yang memiliki karakteristik berbeda.

MAKASSAR — Perum Jasa Tirta (PJT) I menegaskan komitmennya mengelola sumber daya air di Sulawesi Selatan dengan pendekatan yang berbeda untuk dua wilayah sungai (WS) yang menjadi penugasannya. Kepala Divisi Jasa ASA WS Pompengan Larona dan Saddang PJT I, Indra, menyebut karakteristik kedua wilayah tersebut sangat bertolak belakang, mulai dari pola hujan hingga kebutuhan masing-masing daerah.

"Dua wilayah sungai di Sulawesi Selatan ini memiliki karakter yang sangat berbeda. Pola hujannya juga berbeda, sehingga pendekatan pengelolaannya perlu disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing wilayah," ujar Indra di Makassar, Sabtu.

Penugasan Baru Berdasarkan Keputusan Presiden

Penambahan wilayah kerja ini merupakan tindak lanjut dari Keputusan Presiden (Kepres) RI Nomor 9 Tahun 2026. Untuk memastikan kelancaran transisi, PJT I bersama Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) telah menggelar sosialisasi Kepres tersebut pada 23 Juni 2026.

Langkah ini diambil agar seluruh pemangku kepentingan memahami skema pengelolaan yang baru. Indra menambahkan, koordinasi dan sinergi dengan berbagai pihak terus diperkuat agar pengelolaan air berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Menjaga Pasokan Air Saat El Nino untuk Ketahanan Pangan

Salah satu perhatian utama dalam pengelolaan air di Sulsel adalah ketersediaan dan pengaturan alokasi air, terutama di tengah kondisi El Nino. Hal ini menjadi krusial mengingat Sulawesi Selatan merupakan salah satu penyedia utama pangan nasional atau lumbung beras untuk ketahanan pangan Indonesia.

Selain ketersediaan air, PJT I juga menyoroti persoalan sedimentasi serta upaya menjaga ekosistem sungai dan kawasan tangkapan air di bagian hulu. Seluruh pengelolaan ini mengacu pada lima pilar pengelolaan sumber daya air: konservasi, pendayagunaan, pengendalian daya rusak air, pengembangan sistem informasi, serta pemberdayaan dan peran serta masyarakat.

Langkah Awal dan Penerapan Teknologi Pintar

Pada tahap awal, PJT I menyiapkan sejumlah kegiatan konkret. Beberapa di antaranya adalah penyusunan kajian atau studi pengelolaan sumber daya air (SDA), rencana kegiatan pengendalian serta mitigasi banjir, hingga rehabilitasi dan konservasi lahan.

Perusahaan juga mulai mengaplikasikan Smart Water Management System (SWMS) untuk mendukung pengelolaan air di WS Pompengan Larona dan WS Saddang. Teknologi ini diharapkan mampu memberikan data yang akurat untuk pengambilan keputusan di lapangan.

PJT I turut memperkuat koordinasi dengan BBWS Pompengan Jeneberang, Pemprov Sulsel, kabupaten/kota, masyarakat, serta pengguna SDA. Mereka didorong untuk memenuhi ketentuan perizinan yang berlaku, baik yang sudah memiliki izin maupun yang belum.

Dengan pengalaman mengelola SDA selama 36 tahun, PJT I optimistis membawa kompetensi dan sistem pengelolaan yang telah dikembangkan perusahaan untuk mendukung tugas di dua wilayah sungai tersebut. Hal ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan, air, dan energi nasional.

Follow sulsel24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: makassar.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks