Pencarian

Sultan Tajang Dorong Jalan Poros Anabanua–Malakke dan Irigasi Wajo Masuk Prioritas Perubahan APBD Sulsel 2026

Kamis, 13 Agustus 2026 • 12:27:31 WIB
Sultan Tajang Dorong Jalan Poros Anabanua–Malakke dan Irigasi Wajo Masuk Prioritas Perubahan APBD Sulsel 2026
Sultan Tajang menyampaikan usulan prioritas jalan poros Anabanua–Malakke dan irigasi Wajo dalam pembahasan perubahan APBD Sulsel 2026.

MAKASSAR — Legislator Daerah Pemilihan Soppeng-Wajo itu mengingatkan agar kebutuhan pembangunan di daerahnya tidak terlewat dalam penyusunan anggaran perubahan. Sultan menekankan kondisi infrastruktur di Wajo butuh perhatian serius, terutama jalan poros provinsi yang sempat viral karena rusak.

“Mudah-mudahan Kabupaten Wajo ada yang masuk karena kemarin juga viral kami di Desa Lautang, jangan sampai tidak masuk juga. Saya berharap supaya bisa tuntas di jalan poros provinsi yang di Anabanua–Malakke,” ujarnya.

Jalan Poros dan Irigasi Jadi Prioritas Utama

Selain perbaikan jalan, Sultan juga menyoroti kebutuhan pembangunan dan perbaikan jaringan irigasi di Kabupaten Wajo. Menurutnya, infrastruktur pertanian ini penting untuk menopang aktivitas ekonomi masyarakat setempat.

Ia berharap Pemprov Sulsel dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) mengakomodasi usulan tersebut dalam pembahasan yang masih berjalan. Perbaikan jalan dan irigasi dinilai sebagai kunci pemerataan pembangunan di wilayah selatan Sulawesi Selatan.

Stadion Sudiang: Sultan Minta Pembebasan Lahan Segera Dituntaskan

Dalam kesempatan yang sama, politikus Fraksi Gerindra itu juga mendorong Pemprov Sulsel memprioritaskan anggaran pembebasan lahan Stadion Sudiang. Ia menilai penyelesaian lahan menjadi syarat utama agar pengerjaan fisik stadion berjalan lancar.

“Kami dari Komisi D pasti mendorong sepenuhnya untuk pembebasan lahan yang ada di stadion Sudiang. Apalagi Komisi D sudah melakukan kunjungan ke sana, Pimpinan. Jadi, kiranya itu harus menjadi atensi,” tegas Sultan.

Komunikasi dengan Pemilik Lahan Dinilai Kunci

Sultan meminta Pemprov Sulsel membangun komunikasi efektif dengan masyarakat pemilik lahan Stadion Sudiang. Menurutnya, iktikad baik pemerintah daerah diperlukan agar para pekerja di lokasi proyek merasa aman dan nyaman.

“Kami berharap ada iktikad yang baik dari Pemprov ini, bagaimana membangun komunikasi supaya pekerja yang ada di stadion Sudiang ini merasa nyaman untuk bekerja,” lanjutnya.

Ia juga meminta alokasi belanja aset tanah senilai Rp18 miliar dalam dokumen perubahan anggaran dimaksimalkan untuk menyelesaikan persoalan lahan. Sultan khawatir polemik berkepanjangan justru memicu aksi unjuk rasa dan menimbulkan tuduhan terhadap DPRD.

“Jangan sampai kita lagi, anggota DPRD, tertuduh ketika ada demo kita dianggap tidak mengawal perjuangan masyarakat,” ujarnya.

Stadion Sudiang Fasilitas yang Lama Dinantikan

Sultan menilai Stadion Sudiang merupakan fasilitas yang telah lama dirindukan masyarakat Sulawesi Selatan, termasuk untuk mendukung kebutuhan pertandingan PSM Makassar. Penyelesaian pembangunan stadion menjadi prioritas bersama antara eksekutif dan legislatif.

Dengan pembahasan perubahan anggaran 2026 yang masih berjalan, Sultan berharap kebutuhan jalan dan irigasi di Wajo serta pembebasan lahan Stadion Sudiang mendapat porsi yang jelas dalam dokumen APBD perubahan.

Follow sulsel24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: penarakyat.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks