SULAWESI SELATAN — Rapat koordinasi ini digelar untuk mengevaluasi gejolak pasar keuangan yang belakangan memukul harga saham emiten Himbara. Meski harga saham tertekan, Dasco menegaskan kondisi fundamental perbankan BUMN tetap sehat. "Sebenarnya bagus-bagus, tapi kemudian dengan situasi pasar yang dipengaruhi global kemudian berdampak," ujarnya kepada wartawan usai pertemuan.
Kinerja Terbaik Himbara di Tengah Badai Pasar
Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan mengklaim kinerja Himbara saat ini justru mencapai titik puncak. Rata-rata pertumbuhan kredit dan dana pihak ketiga masing-masing berada di kisaran 20 hingga 30 persen. "Dapat kami sampaikan secara fundamental kinerja di Himbara ini sangat bagus dan saat ini adalah kinerja terbaiknya Himbara," tutur Putrama.
Ia meminta publik dan pemangku kepentingan tak perlu meragukan kondisi emiten pelat merah di bursa saham. "Saat ini kinerja Himbara secara fundamental sangat bagus sehingga rasanya tidak perlu ada kekhawatiran, keraguan terhadap kondisi fundamental di bursa," ucapnya.
Buy Back Saham Jadi Opsi Penahan Gejolak
Salah satu langkah konkret yang mengemuka dalam rapat adalah opsi buy back saham di pasar pada waktu yang dianggap tepat. Langkah ini lazim dilakukan emiten untuk menyerap kelebihan suplai dan mengirim sinyal kepercayaan kepada investor.
Namun, waktu eksekusi buy back masih akan dibahas lebih lanjut antara direksi bank BUMN dan regulator terkait. Belum ada keputusan final soal jumlah dana atau rentang harga yang akan digunakan dalam program tersebut.
Pertemuan ini menjadi sinyal bahwa DPR dan pemerintah serius menjaga stabilitas pasar modal, khususnya saham perbankan yang menjadi pilar indeks. Dengan fundamental yang diklaim solid, para direksi Himbara optimistis tekanan saat ini bersifat sementara dan tidak mencerminkan kondisi riil perusahaan.