SULAWESI SELATAN — Mandat itu disampaikan Bobby dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VI DPR, Kamis (4/6/2026). Ia menjelaskan, saat ini jalur kereta di Sumatera masih terpisah-pisah. Rel dari Bandar Lampung baru tersambung hingga Palembang, lalu ada jalur terisolasi di Lubuklinggau, sebagian di Padang, dan sebagian di Medan.
"Kalau totalnya itu, Sumatera itu bisa sekitar 20 sampai dengan 25 miliar dolar (setara) Rp 350 triliun, dari ujung ke ujung," kata Bobby dalam rapat tersebut.
Prioritas Pertama: Banda Aceh-Besitang Sepanjang 478 Kilometer
Bobby menyebut, langkah awal yang akan dikerjakan adalah menyambungkan jalur dari Banda Aceh ke Besitang sepanjang 478 kilometer. KAI saat ini tengah menyusun Detail Engineering Design (DED) untuk ruas tersebut.
"Prioritas kita yang pertama itu adalah menghubungkan antara Banda Aceh dengan Besitang. Itu totalnya itu sekitar 478 kilo. Ini DED-nya kita lagi bikin ya," ujarnya.
Rencana ini masuk dalam Rencana Kerja dan Roadmap Transformasi Korporasi Tahun 2026-2030. Proyek prioritas akan menyasar reaktivasi jalur mati di Sumatera Utara dan Aceh, meliputi lintas Lhokseumawe-Langsa-Besitang (248 km), Banda Aceh-Sigli (80 km), dan Sigli-Bireuen-Lhokseumawe (150 km). Selain itu, KAI juga akan mereaktivasi jalur di Sumatera Barat sepanjang 248 kilometer.
Tim Khusus Dibentuk, Danantara dan Kemenko Infrawil Terlibat
Untuk mengawal proyek multitahun ini, KAI membentuk tim khusus yang melibatkan Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Kementerian Perhubungan, hingga Danantara. Bobby mengaku tim ini akan mengkaji aspek teknis, pendanaan, dan eksekusi proyek.
"Itu penugasan dari Presiden ke kita. Kita sekarang sedang membuat tim khusus untuk pengkajian ini. Itu dengan Kemenko Infrawil, dengan Danantara, dengan Kementerian Perhubungan," ucap mantan Direktur Utama Holding BUMN Industri Pertahanan itu.
Meski demikian, Bobby belum membeberkan sumber pendanaan proyek ini. Ia hanya menyebut Presiden meminta agar jalur yang dibangun nantinya berupa rel ganda (double track).
"Belum, (bahas sumber dana) belum sampai itu. (Target tersambung) Penuh, penuh, bahkan Presiden minta itu dua jalur nantinya, itu kan panjangnya hampir 1.700 kilo ya, bisa multi years tuh," pungkas Bobby.
Selain reaktivasi, KAI juga menyiapkan pembangunan rel baru sepanjang 1.110 kilometer yang masuk dalam Rencana Induk Perkeretaapian Nasional (RIPNAS). Beberapa jalur yang direncanakan meliputi Rantau Prapat-Dumai, Duri-Pekanbaru, Pekanbaru-Rengat, Rengat-Jambi, Kertapati-Tarahan-Bakauheni, serta Lubuklinggau-Bengkulu. Proyek ini diyakini akan memangkas biaya logistik dan membuka konektivitas ekonomi di Sumatera yang selama ini hanya mengandalkan jalan darat dan laut.