MAKASSAR — Curah hujan tinggi yang merata di seluruh wilayah Kota Makassar sejak Minggu (17/5/2026) malam hingga Senin sore menyebabkan sejumlah titik rawan banjir kembali terendam. Pemerintah Kota melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) langsung menerjunkan puluhan tim Satgas drainase ke lapangan untuk mempercepat surutnya air.
Jalan Urip Sumoharjo hingga Pettarani Terendam
Beberapa ruas jalan utama yang sempat tergenang antara lain Jalan Urip Sumoharjo, Jalan Sultan Alauddin, dan Jalan AP Pettarani. Kawasan pertigaan Jalan AP Pettarani–Yusuf Daeng Ngawing juga menjadi perhatian masyarakat karena genangan yang cukup tinggi menghambat laju kendaraan.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hujan dengan intensitas lebat terjadi hampir merata di seluruh wilayah Kota Makassar. Kepala Dinas PU Kota Makassar, Zuhaelsi Zubir, menjelaskan bahwa kondisi ini diperparah oleh faktor lain di luar curah hujan.
Pasang Laut Hambat Aliran Drainase ke Kanal
Menurut Zuhaelsi, tingginya muka air kanal akibat pengaruh pasang dan gelombang laut menjadi penyebab utama air dari drainase tidak bisa mengalir lancar ke kanal. "Aliran air dari drainase menuju kanal mengalami hambatan karena muka air kanal yang tinggi," ujarnya.
Kondisi ini menyebabkan genangan bertahan lebih lama di beberapa titik, terutama di kawasan yang dekat dengan muara kanal. Tim Satgas drainase yang diterjunkan fokus melakukan penyedotan dan pembersihan saluran air di titik-titik kritis.
Instruksi Wali Kota: Bergerak Cepat ke Lapangan
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, langsung menginstruksikan jajaran dinas terkait dan para camat untuk bergerak cepat melakukan antisipasi dan penanganan di lapangan. Instruksi ini dikeluarkan sejak Minggu malam saat hujan mulai mengguyur deras.
Pemkot juga mengimbau warga yang tinggal di daerah rawan genangan untuk tetap waspada, terutama jika hujan dengan intensitas tinggi kembali turun dalam beberapa jam ke depan. Tim Satgas drainase akan terus disiagakan hingga kondisi benar-benar pulih.