BANTAENG — Pelatihan bertajuk “Optimalisasi Pemanfaatan AI Tools melalui Pelatihan Prompting bagi Guru dalam Menyusun Media dan Materi Pembelajaran” berlangsung di SMK Darul Ulum Bantaeng pada Senin, 18 Mei 2026. Tim dosen Universitas Dipa Makassar menjadi pemateri dalam sesi yang diikuti oleh 32 peserta, terdiri dari 20 guru dan 12 pihak lain yang terlibat.
Apa Saja Materi yang Diajarkan kepada Guru?
Para peserta diperkenalkan dengan ChatGPT dan aplikasi AI serupa seperti Google Gemini, Microsoft Copilot, serta Claude AI. Fokus utama pelatihan adalah prompt engineering—teknik menyusun perintah yang jelas dan terarah agar jawaban dari AI lebih akurat sesuai konteks pembelajaran.
“Guru diarahkan untuk bisa menghasilkan bahan ajar, soal, hingga rencana pembelajaran secara lebih efektif dan efisien,” demikian keterangan tertulis dari tim pengabdian yang diterima redaksi, Selasa (19/5/2026). Pelatihan ini merupakan bagian dari dukungan terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDG 4) di bidang pendidikan.
Manfaat Langsung ChatGPT bagi Tenaga Pendidik
Dalam sesi praktik, guru-guru diajarkan cara mengakses ChatGPT, membuat akun, hingga mengenali fitur-fiturnya. Pemanfaatan AI disebut mampu membantu merancang materi pelajaran, menghemat waktu penyusunan soal, dan memberikan inspirasi metode pengajaran baru.
Kepala SMK Darul Ulum Bantaeng, Manaf, S.Pd., M.Pd., menyambut antusias kegiatan ini. “Ini wujud nyata sinergi antara lembaga pendidikan dalam mendukung peningkatan kualitas pembelajaran dan pengembangan keterampilan tenaga pendidik,” ujarnya dalam sambutan.
Penandatanganan MoU Perkuat Kolaborasi Digital
Setelah pelatihan, acara dilanjutkan dengan penandatanganan nota kesepahaman atau MoU antara SMK Darul Ulum Bantaeng dan Universitas Dipa Makassar. Penandatanganan dilakukan langsung oleh Manaf bersama perwakilan universitas.
Kerja sama ini mencakup pengembangan sumber daya manusia serta pemanfaatan teknologi digital di lingkungan sekolah. Manaf menilai langkah ini strategis untuk membuka ruang kolaborasi jangka panjang antara sekolah dan perguruan tinggi.
Dampak bagi Adaptasi Teknologi di Sekolah
Melalui kegiatan pengabdian ini, Universitas Dipa Makassar menegaskan perannya dalam mendorong literasi digital di kalangan guru. Pihak sekolah berharap pelatihan serupa dapat terus berlanjut agar para pendidik semakin siap mengadaptasi perkembangan teknologi pendidikan yang bergerak cepat.
“Kami ingin guru bisa memanfaatkan AI secara bijak, kreatif, dan produktif untuk proses belajar mengajar,” tambah tim pengabdian. Dengan adanya MoU, kolaborasi ini diharapkan memberi manfaat nyata tidak hanya bagi guru, tetapi juga bagi peserta didik di Bantaeng.