SULAWESI SELATAN — Kia berencana untuk menghadirkan generasi baru Stinger, tetapi tidak dalam waktu dekat. Kendaraan ini akan beralih dari mesin konvensional ke teknologi listrik, dengan mengadopsi desain dari konsep Meta Turismo yang diperkenalkan sebagai evolusi terbaru dari bahasa desain Opposites United. Menurut Karim Habib, kepala desain Kia, performa EV yang masih mahal menjadi salah satu alasan keterlambatan peluncuran model ini.
Desain dan Inspirasi dari Meta Turismo
Meta Turismo merupakan konsep yang dirancang untuk menarik perhatian generasi muda yang lebih menyukai kendaraan berbasis teknologi. "Kami memiliki sejarah dalam membuat mobil seperti Stinger, dan kami tidak ingin menyerah pada konsep tersebut," ungkap Habib. Dia menambahkan bahwa Meta Turismo adalah ide mereka tentang sedan sport untuk generasi gamer, yang berbeda dari SUV yang mendominasi pasar saat ini.
Kendala Harga dan Teknologi EV
Karim Habib menjelaskan, "Saat ini, ini lebih bersifat strategis. Kendaraan ini adalah EV murni, dan harga untuk memproduksi EV berkinerja tinggi adalah faktor yang memperlambat kami." Dia berharap tren harga EV yang semakin terjangkau akan membuat produksi Meta Turismo menjadi kenyataan. Meskipun EV6 GT diharapkan dapat mengisi kekosongan yang ditinggalkan Stinger, mobil tersebut belum sepenuhnya diterima oleh penggemar yang selama ini mendukung Stinger.
Perubahan Pasar dan Preferensi Konsumen
Kia menghentikan produksi Stinger setelah hanya lima setengah tahun, meskipun model ini memiliki penggemar setia. Stinger diluncurkan dengan pilihan mesin 2.0-liter turbo empat silinder dan 3.3-liter twin-turbo V6, namun dengan perubahan preferensi konsumen, Kia kini berfokus pada pengembangan kendaraan listrik. Jochen Paesen, kepala desain interior Kia, menekankan pentingnya memahami apa yang menarik minat generasi muda saat ini.
Apa Langkah Selanjutnya bagi Kia?
Dengan fokus yang lebih besar pada kendaraan listrik dan pemahaman mendalam tentang selera konsumen, Kia berencana untuk terus mengembangkan produk yang relevan dan menarik. Meskipun Stinger mungkin tidak akan kembali dalam bentuk mesin pembakaran internal, visi untuk menciptakan sedan sport yang mengadopsi teknologi EV tetap ada.