MAKASSAR — Bukhairul Iman menilai pertandingan di kandang Bhayangkara FC bukan sekadar laga biasa bagi PSM Makassar. Ia menyebut karakter tim berjuluk Juku Eja harus terlihat sejak menit awal, terutama karena bermain di kandang lawan selalu menghadirkan tekanan berbeda.
Menurut Bukhairul, kedisiplinan, kerja sama, dan keberanian mengambil inisiatif menjadi modal utama PSM untuk meraih hasil positif. Ia menyampaikan harapan itu di Makassar, Senin (26/10/2026).
"PSM harus menunjukkan karakter sebagai tim yang memiliki tradisi panjang dalam sepak bola Indonesia. Bermain di kandang lawan tentu tidak mudah, tetapi kedisiplinan, kerja sama, dan keberanian mengambil inisiatif dapat menjadi modal untuk meraih hasil positif," ujarnya.
Waspadai Serangan Balik Bhayangkara FC
Lini pertahanan PSM diminta tampil rapat sepanjang pertandingan. Bukhairul menilai serangan balik Bhayangkara FC berpotensi menjadi ancaman utama jika organisasi permainan Juku Eja lengah.
Selain menjaga pertahanan, para pemain juga perlu memanfaatkan peluang secara efektif. Menurutnya, kesempatan mencetak gol di laga tandang belum tentu datang berkali-kali.
"Pertandingan seperti ini sering kali ditentukan oleh detail kecil. PSM tidak boleh kehilangan konsentrasi, terutama dalam mengantisipasi serangan balik. Para pemain juga harus mampu memanfaatkan peluang karena kesempatan mencetak gol belum tentu datang berkali-kali," katanya.
Keseimbangan antara bertahan dan menyerang menjadi perhatian lain. PSM diharapkan tidak terburu-buru membangun serangan hingga mengabaikan pertahanan, tetapi tetap berani mengambil inisiatif ketika peluang terbuka.
Komunikasi antarlini juga perlu dijaga. Para pemain diminta mampu membaca perubahan situasi pertandingan, mempertahankan penguasaan bola, dan menutup ruang yang dapat dimanfaatkan pemain Bhayangkara FC.
Dukungan Suporter Diminta Tetap Konstruktif
Bukhairul menegaskan dukungan suporter tetap penting bagi PSM, termasuk ketika tim menghadapi pertandingan sulit di luar kandang. Kecintaan masyarakat Sulawesi Selatan terhadap Juku Eja, menurut dia, perlu berjalan seiring dengan dukungan yang konstruktif.
"Menjadi pendukung PSM bukan berarti hanya hadir ketika tim menang. Dukungan justru semakin diperlukan ketika tim menghadapi pertandingan sulit. Kami ingin melihat para pemain berjuang maksimal dan menunjukkan kebanggaan mengenakan seragam PSM Makassar," tuturnya.
Ia juga berharap setiap pertandingan menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki penampilan sepanjang musim. Hasil akhir tetap penting, tetapi perkembangan permainan dan kemampuan memperbaiki kekurangan juga perlu menjadi perhatian.
"Kemenangan tentu menjadi harapan semua suporter. Namun, yang tidak kalah penting adalah melihat PSM berkembang dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya. Tim yang kuat bukan hanya mampu menang, melainkan juga belajar dari setiap pertandingan," ujarnya.
Bagi Bukhairul, PSM bukan sekadar klub sepak bola, melainkan bagian dari kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan. Semangat juang dan kesungguhan pemain di lapangan menjadi hal yang diharapkan suporter dalam setiap pertandingan.
Ia berharap para pemain menjaga kepercayaan diri, menjalankan strategi dengan disiplin, dan beradaptasi dengan permainan tuan rumah. PSM juga diminta tidak kehilangan fokus ketika berada dalam tekanan serta mampu memanfaatkan peluang untuk mendapatkan hasil positif.
"Bagi kami, PSM adalah bagian dari kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan. Harapannya sederhana, para pemain tampil sepenuh hati, menjaga semangat kebersamaan, dan membawa pulang hasil terbaik. Ewako PSM," kata Bukhairul.
Laga melawan Bhayangkara FC menjadi kesempatan bagi PSM Makassar untuk menunjukkan konsistensi permainan dalam persaingan BRI Super League 2026/2027. Dukungan suporter diharapkan menjadi motivasi bagi tim untuk berjuang maksimal dan meraih poin dari pertandingan tandang tersebut.