MAKASSAR — Data Sistem Informasi Harga Pangan LONTARA+ milik Pemerintah Kota Makassar mencatat mayoritas komoditas strategis tidak mengalami perubahan harga dalam sepekan terakhir. Beras medium masih dijual Rp14.000 per kilogram, sementara beras premium bertahan di angka Rp16.000 per kilogram.
Harga cabai merah besar tercatat Rp40.000 per kilogram dan cabai merah keriting Rp35.000 per kilogram. Adapun cabai rawit merah dipatok Rp45.000 per kilogram, sedangkan cabai rawit hijau lebih murah di level Rp30.000 per kilogram.
Pasokan dari Gowa hingga Bone Masih Lancar
Stabilitas harga ini tidak lepas dari distribusi bahan pangan yang berjalan normal. Makassar memperoleh pasokan beras, sayuran, dan cabai dari sejumlah kabupaten penyangga seperti Gowa, Enrekang, Bantaeng, Jeneponto, hingga Bone.
Di sisi lain, permintaan masyarakat masih berada pada level normal karena akhir Agustus belum memasuki periode yang biasanya mendorong kenaikan konsumsi. Keseimbangan antara pasokan dan permintaan ini membuat harga di tingkat pedagang pasar tradisional tetap terkendali.
Komoditas Protein Hewani dan Kebutuhan Pokok Lainnya
Untuk protein hewani, daging ayam broiler dijual Rp38.000 per kilogram dan daging sapi murni Rp120.000 per kilogram. Telur ayam broiler masih bertahan di harga Rp30.000 per kilogram.
Sementara itu, gula pasir tercatat Rp19.000 per kilogram. Minyak goreng curah dijual Rp17.000 per liter, sedangkan minyak goreng kemasan premium mencapai Rp22.000 per liter.
Mengapa Cabai Masih Perlu Diwaspadai?
Di tengah kondisi pasar yang stabil, cabai menjadi komoditas paling rapuh. Produksinya sangat bergantung pada cuaca, sehingga gangguan panen atau distribusi bisa memicu lonjakan harga dalam waktu singkat.
Sejumlah daerah di luar Sulawesi Selatan mulai mencatat kenaikan harga cabai akibat pasokan menurun. Situasi ini menjadi pengingat bahwa stabilitas harga di Makassar tetap bergantung pada kelancaran distribusi dan ketersediaan stok.
Pemantauan TPID dan Sistem Digital LONTARA+
Pemerintah terus memantau perkembangan harga melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan sistem digital LONTARA+. Pemantauan rutin ini membantu pemerintah mendeteksi potensi gejolak harga lebih awal sehingga langkah antisipasi bisa segera diambil.
Stabilnya harga pangan menjadi sinyal positif bagi pengendalian inflasi daerah. Harga yang terkendali membantu masyarakat menjaga daya beli, sekaligus memberi kepastian biaya bahan baku bagi pelaku UMKM.
Selama pasokan tetap lancar dan permintaan masih normal, harga pangan Makassar diperkirakan bertahan stabil dalam beberapa hari ke depan. Pemerintah tetap diminta mewaspadai perubahan cuaca dan gangguan logistik yang berpotensi memengaruhi harga komoditas hortikultura.